Kemenaker Gandeng TikTok Latih Lulusan Vokasi Bidang Ekonomi Digital

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menjalin kemitraan dengan platform media sosial TikTok untuk menyelenggarakan program pelatihan vokasi bertajuk Belajar Implementasi & Skill Adaptif Bareng TikTok (BISA) di Jakarta pada Rabu (15/4/2026).

Langkah strategis ini diambil guna mempersiapkan tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi pergeseran model bisnis industri yang diprediksi akan berubah drastis dalam sepuluh tahun ke depan. Dilansir dari Detik Finance, pemerintah berupaya membekali masyarakat dengan keterampilan yang relevan bagi ekonomi kreatif.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menjelaskan bahwa sekitar 50 persen proses bisnis saat ini berpotensi menjadi tidak relevan dalam satu dekade mendatang. Perubahan tersebut memicu lahirnya berbagai profesi baru di sektor digital yang sebelumnya belum terakomodasi dalam kurikulum pendidikan formal.

"Sekarang ada namanya content creator, ada namanya afiliator, ada reseller. Kalau ditanya ada nggak kuliah yang spesifik mengajarkan kurikulumnya tentang ini, belum tentu. Sehingga kami melihat ini bagian dari pelatihan vokasi yang bisa kita isi," kata Yassierli, Menteri Ketenagakerjaan.

Program ini menyasar pengembangan keahlian pada sejumlah jabatan pekerjaan baru seperti pembuat konten, afiliator, hingga pemandu belanja langsung atau host live commerce. Kemenaker menilai sektor informal digital tersebut dapat menjadi solusi lapangan kerja fleksibel bagi masyarakat.

Pemerintah menargetkan peningkatan signifikan jumlah lulusan pelatihan vokasi nasional melalui kolaborasi dengan berbagai platform digital seperti TikTok dan Shopee. Saat ini, kapasitas pelatihan nasional hanya berkisar 60.000 hingga 70.000 orang per tahun.

Yassierli menegaskan ambisi pemerintah untuk mendongkrak angka lulusan tersebut hingga mencapai 500.000 orang dalam satu tahun. Integrasi dengan platform digital diharapkan mampu mempercepat pencapaian target tersebut sekaligus memperluas jangkauan peluang kerja baru.

Meski fokus pada sektor digital, Kemenaker memastikan tetap memprioritaskan penciptaan lapangan kerja formal yang berkelanjutan. Program strategis lain seperti hilirisasi industri dan ketahanan pangan tetap dijalankan untuk menjamin penyediaan pekerjaan yang layak sesuai amanat konstitusi.