Kemendikdasmen Umumkan Hasil TKA SD dan SMP pada 26 Mei 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dipastikan keluar pada pekan ini. Seperti dilansir dari Detikcom, pengumuman resmi tersebut bakal dirilis pada Selasa, 26 Mei 2026.

Informasi dari akun Instagram BSKAP Kemendikdasmen menyebutkan bahwa evaluasi ini bukan menjadi tolok ukur kelulusan bagi para siswa. Agenda ini digelar semata-mata demi memetakan dan memahami kondisi capaian akademik murid secara riil.

Terkait dokumen kelulusan, perolehan nilai dari ujian ini dipastikan tidak masuk ke dalam ijazah. Kemendikdasmen nantinya menerbitkan dokumen terpisah berupa Sertifikat Hasil Tes Kemampuan Akademik (SKTKA) yang menyertakan skor serta analisis capaian murid.

Melalui laman resminya, kementerian menegaskan bahwa partisipasi dalam asesmen ini bersifat tidak wajib. Evaluasi nasional tersebut murni berfungsi sebagai instrumen diagnosis mutu pembelajaran di tingkat satuan pendidikan.

"TKA bukan ujian kelulusan dan tidak bersifat wajib. Kehadiran TKA dimaksudkan untuk membantu satuan pendidikan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan memahami kondisi riil capaian akademik murid, sehingga perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secara lebih terarah," demikian keterangan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, menilai platform ini efektif untuk melihat peta kemampuan siswa secara adil dan berkelanjutan.

"Data TKA menjadi titik awal untuk perbaikan, bukan titik akhir. Hasilnya akan digunakan untuk memperkuat pembelajaran mendalam, penyempurnaan kurikulum, serta peningkatan kualitas proses belajar-mengajar," kata Toni.

Teknis pelaksanaan evaluasi nasional ini memanfaatkan sistem digital guna menjamin efisiensi proses pengerjaan di berbagai wilayah.

"Seluruh proses asesmen akan dilaksanakan berbasis komputer dengan memperhatikan kesiapan infrastruktur dan kondisi daerah. Mekanisme penyesuaian akan disiapkan untuk mengantisipasi kendala teknis di lapangan," tutur Toni.