Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif melalui program Badan Ekraf Start Up (BEKUP) Global Scale Up 2026 bekerja sama dengan Kumpul mengirim empat start up maju ke SusHi Tech di Tokyo, Jepang dalam upaya mempertemukan IP teknologi Indonesia ke investor global.
"Tentu ini sebuah kebanggaan sebagai yang Pak Presiden Prabowo inginkan bagaimana IP Indonesia semakin mendunia. Dan di sini ada empat kesempatan dan ini konsisten dengan apa yang terus kami lakukan, bagaimana dukungan kita agar IP-IP Indonesia semakin mendunia," kata Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya kepada awak media dalam acara briefing peserta start up untuk SusHi Tech Tokyo di Jakarta, Selasa.
Riefky mengatakan empat talenta digital dalam ajang perkumpulan investor internasional ini dipersiapkan untuk mendapatkan akses pasar yang lebih luas dan diharapkan mendapatkan bisnis partner atau investasi untuk pengembangan usaha.
Salah satu yang ditekankan Riefky kepada peserta adalah persiapan proposal bisnis yang tepat untuk mengetahui pasar dari negara yang dituju.
Baca juga: Wamenekraf dorong penguatan IP lokal hadapi perkembangan zaman
Selain itu juga story telling dari IP yang dibawa harus menarik negara lain agar mereka mau berinvestasi di perusahaan rintisan tersebut.
"Target outputnya adalah kerja sama bisnis, apakah untuk memperluas pasar dari produk-produk teman-teman ini atau mungkin bertemu dengan bisnis partner yang juga bisa memberikan investasinya untuk membesarkan bisnis dari empat start up ini," kata Riefky.
SusHi Tech merupakan malam pertemuan bagi investor dari berbagai negara untuk berkumpul melihat start up dengan fokus pengembangan teknologi di bidang sustainability.
Empat perusahaan rintisan dari Indonesia yang akan dikirim ke Jepang di antaranya Bell Living Lab yang mengembangkan ampas kopi untuk produk fashion hingga furniture, IJO yang berfokus pada substitusi pupuk dan pestisida ke rumput laut (seaweed) sebagai bagian dari penerapan isu berkelanjutan.
Ada pula Spun yang berhubungan dengan pengurusan visa menggunakan kecerdasan buatan, serta Gapai yakni perusahaan yang membantu menyalurkan tenaga kerja berbasis skill untuk masuk ke negara lain di berbagai bidang.
Baca juga: Wamenekraf nilai HoYo Fest 2026 bisa perkuat kreator lokal naik kelas
SusHi Tech akan berlangsung pada 27-29 April 2026, dengan acara berupa presentasi produk perusahaan hingga benchmarking dengan investor.
Founder dan Chairperson Kumpul Faye Wongso mengharapkan dikirimnya talenta digital muda ke Jepang ada pertukaran pengetahuan yang bisa membawa teknologi baru dari Jepang ke Indonesia.
"Jadi ada perluasan pasar tentunya, tapi kita juga berharap bisa ada kerja sama-kerja sama juga yang bisa meningkatkan teknologinya kita dan investasi," kata Faye.
Sebelumnya Kemenekraf juga konsisten mendukung talenta kreatif ke panggung global seperti event games di Jerman, membuka peluang animator di event Comicon Singapura dengan harapan IP ekonomi kreatif Indonesia bisa mendunia.
Baca juga: Kemenekraf dukung pengembangan IP lokal di Bandara Soekarno-Hatta
Baca juga: Wamenekraf dorong IP lokal dengan pendekatan kolaborasi hexahelix
Baca juga: Kementerian Ekonomi Kreatif dukung kolaborasi promosi produk lokal
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·