Kemenhaj Banten: JCH lakukan pemeriksaan kesehatan berkala

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Tangerang (ANTARA) - Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Banten Samsudin memastikan seluruh anggota jamaah calon haji (JCH) telah melalui pemeriksaan kesehatan yang ketat dan berkala sebelum dilakukan pemberangkatan ke embarkasi maupun Tanah Suci.

"Kami memastikan seluruh jamaah telah melalui pemeriksaan ketat. Meski jamaah didominasi oleh lanjut usia tetapi tetap dinyatakan layak berangkat," kata dia setelah melepas keberangkatan JCH Kloter 01 Banten di Masjid Raya Al Azhom Tangerang di Tangerang, Selasa.

Dari 393 calon haji Kloter 01 Banten berasal dari Kota Tangerang, katanya, 25 hingga 30 persen di antaranya masuk kategori risiko tinggi.

Namun demikian, pihaknya telah melakukan persiapan melalui pendampingan tenaga medis dan lainnya dalam memastikan kondisi kesehatan jamaah tetap terjaga hingga tiba di Tanah Suci, bahkan sampai kembali ke tanah air.

"Semua obat-obatan dan risiko yang kemungkinan terjadi dalam perjalanan sudah kita antisipasi. Doakan agar perjalanan ibadah ini berjalan lancar," ujarnya.

Baca juga: Kemenhaj: Kloter 1 Embarkasi Medan bertolak ke tanah suci dini hari

Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian jamaah calon haji di antaranya menjaga niat dan keikhlasan.

"Pastikan setiap langkah ibadah hanya ditujukan untuk mencari rida Allah SWT. Kemudian, jaga kesehatan dan kebugaran, karena ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik yang baik," katanya.

Ia mengimbau jamaah mematuhi arahan petugas dan memperhatikan kondisi tubuh, menjaga sikap dan kebersamaan karena jamaah membawa nama baik bangsa.

"Tunjukkan perilaku yang tertib, santun, dan saling membantu antar-jamaah," katanya.

Baca juga: Jamaah calon haji asal Karawang tahun ini dibagi menjadi lima kloter

Baca juga: Gubernur titip jamaah haji doakan kemakmuran NTB saat di Arab Saudi

Pewarta: Achmad Irfan
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.