Kemenhaj Rilis Rencana Perjalanan Haji 2026

Sedang Trending 23 jam yang lalu

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) secara resmi telah menetapkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) untuk tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Penyelenggaraan tahun ini menjadi catatan sejarah baru.

Dilansir dari Cahaya, pengelolaan haji kini sepenuhnya berada di bawah kendali kementerian khusus haji. Langkah ini menggantikan sistem sebelumnya yang dikelola oleh Kementerian Agama.

Kemenhaj menjadwalkan keberangkatan total 204.362 jemaah beserta petugas asal Indonesia. Seluruh personel tersebut akan terbagi ke dalam 525 kelompok terbang (kloter) untuk musim haji 2026.

Rangkaian operasional haji akan diawali pada 21 April 2026 atau bertepatan dengan 4 Zulkaidah 1447 H. Pada momen tersebut, seluruh jemaah kloter pertama diinstruksikan mulai memasuki asrama haji di masing-masing embarkasi.

Selama berada di asrama, para jemaah akan menyelesaikan berbagai prosedur administratif dan teknis. Hal ini mencakup pemeriksaan kesehatan tahap akhir, pemantapan manasik, hingga distribusi dokumen serta perlengkapan haji.

Proses penerbangan jemaah menuju Arab Saudi dilakukan dalam dua fase utama. Gelombang I dijadwalkan terbang menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) di Madinah untuk melaksanakan ibadah Arbain.

Fase keberangkatan Gelombang I akan berlangsung mulai 22 April hingga 6 Mei 2026. Setelah menyelesaikan rangkaian di Madinah, jemaah mulai bergeser ke Makkah secara bertahap pada periode 1 sampai 15 Mei 2026.

Sementara itu, Gelombang II akan diterbangkan langsung menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAAIA) di Jeddah. Keberangkatan ini dimulai pada 7 Mei dan berakhir pada 21 Mei 2026.

Otoritas penerbangan Arab Saudi akan memberlakukan batas waktu kedatangan atau closing date pada 21 Mei 2026 tepat pukul 24.00 WAS. Seluruh jemaah diharapkan sudah tiba sebelum batas tersebut.

Agenda Puncak Ibadah Haji 1447 H

Konsentrasi ibadah akan mencapai puncaknya di wilayah Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada akhir Mei 2026. Pergerakan jemaah ke Arafah dimulai pada 25 Mei 2026 atau 8 Zulhijah.

Pelaksanaan wukuf di Arafah jatuh pada 26 Mei 2026 (9 Zulhijah). Seluruh umat Islam kemudian merayakan Idul Adha pada 27 Mei 2026 (10 Zulhijah), disusul hari Tasyrik pada 28 hingga 30 Mei 2026.

Skema Pemulangan Jemaah ke Tanah Air

Proses pemulangan jemaah ke Indonesia juga diatur dalam dua tahap setelah seluruh rukun haji selesai dilaksanakan. Gelombang I yang melalui Jeddah akan mulai dipulangkan pada 1 Juni sampai 15 Juni 2026.

Jemaah Gelombang II akan menuju Madinah terlebih dahulu untuk ibadah Arbain sebelum terbang kembali ke Indonesia. Fase ini dimulai pada 16 Juni yang bertepatan dengan 1 Muharam 1448 H.

Seluruh proses pemulangan jemaah ditargetkan tuntas pada 30 Juni 2026. Adapun jadwal kedatangan terakhir rombongan haji di tanah air dijadwalkan jatuh pada 1 Juli 2026.

Fasilitas dan Layanan Pendukung

Pemerintah menyiagakan 16 embarkasi untuk mendukung kelancaran operasional, termasuk titik baru di Cipondoh dan Yogyakarta. Maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines ditunjuk sebagai operator penerbangan resmi.

Layanan Fast Track melalui fasilitas Mecca Route kembali tersedia di empat bandara utama. Bandara tersebut meliputi Soekarno-Hatta (Jakarta), Adi Soemarmo (Solo), Juanda (Surabaya), dan Sultan Hasanuddin (Makassar).

Inovasi lain pada musim haji 2026 adalah pembagian fisik Kartu Nusuk yang dilakukan sejak jemaah masih berada di Indonesia. Kartu ini berfungsi mempermudah akses jemaah ke area Armuzna serta Masjidil Haram.