Kementerian Kesehatan pada Senin, 13 April 2026, mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah-langkah preventif. Imbauan ini terkait dengan potensi dampak El Nino yang akan datang, termasuk peningkatan risiko penyakit dan masalah kualitas udara. Masyarakat diminta untuk lebih waspada dan mengambil tindakan pencegahan dini.
El Nino, yang diperkirakan akan menyebabkan musim kemarau panjang, dapat menurunkan kualitas udara. Hal ini terjadi karena berkurangnya curah hujan yang biasanya membersihkan polutan. Polutan udara kemudian terakumulasi, diperparah risiko kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan kabut asap.
Selain masalah kualitas udara, El Nino juga dapat meningkatkan risiko penyakit. Peningkatan suhu dan perubahan lingkungan dapat memicu penyebaran penyakit yang dibawa oleh vektor, seperti demam berdarah dan malaria. Kondisi sanitasi dan kualitas air yang buruk juga berpotensi meningkatkan kasus diare, tifoid, kolera, dan leptospirosis, dilansir dari Bloomberg Technoz.
Untuk melindungi diri dari dampak buruk El Nino, masyarakat diminta untuk menerapkan sejumlah protokol kesehatan. Langkah-langkah ini termasuk memeriksa kualitas udara melalui aplikasi atau situs web, mengurangi aktivitas di luar ruangan, dan menggunakan masker saat polusi udara tinggi. Kementerian Kesehatan menyarankan penggunaan penjernih udara di dalam ruangan untuk menjaga kualitas udara.
“Penyakit seperti dengue (DBD) dan malaria akibat genangan air sebagai tempat berkembang biak nyamuk, serta memperburuk kualitas air dan sanitasi yang berpotensi meningkatkan kasus diare, tifoid, kolera, dan leptospirosis,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, dalam keterangannya.
Masyarakat juga diimbau untuk menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta berkonsultasi dengan tenaga medis jika mengalami masalah kesehatan, terutama gangguan pernapasan. Kemenkes terus memantau situasi dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·