Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan stok Liquified Petroleum Gas (LPG) nasional berada di posisi 11 hari pada Selasa (14/4/2026), angka yang berada di bawah standar ketahanan stok minimal nasional.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, batas minimum ketersediaan stok LPG yang ditetapkan pemerintah adalah sebesar 11,4 hari. Meskipun berada di bawah ambang batas, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Laode Sulaeman mengklaim kondisi distribusi saat ini masih aman.
"Stok per jenis komoditas berbeda-beda, tapi semua dalam kondisi aman. Khusus untuk LPG data kemarin stok 11 hari," kata Laode Sulaeman, Dirjen Migas Kementerian ESDM pada Rabu (15/4/2026) malam.
Data kementerian menunjukkan ketergantungan Indonesia terhadap pasokan luar negeri masih sangat tinggi. Sepanjang Januari hingga Februari 2026, volume impor LPG mencapai 1,31 juta metrik ton atau setara dengan 83,97 persen dari total kebutuhan nasional yang mencapai 1,56 juta metrik ton.
Produksi domestik pada periode yang sama hanya mampu menyumbang sekitar 130.000 metrik ton. Tingginya angka impor ini terjadi di tengah dinamika geopolitik global, mengingat periode pendataan tersebut berlangsung sesaat sebelum konflik di wilayah Iran meletus pada akhir Februari 2026.
Sebagai langkah mitigasi, Kementerian ESDM menginstruksikan seluruh kilang LPG swasta untuk memprioritaskan penjualan produk mereka kepada PT Pertamina Patra Niaga. Pengalihan alokasi dari sektor industri ke kebutuhan rumah tangga ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan gas bagi masyarakat luas.
Amerika Serikat masih menjadi pemasok utama LPG ke Indonesia hingga 1 April 2026 dengan kontribusi sebesar 68,91 persen. Posisi selanjutnya diikuti oleh Uni Emirat Arab sebesar 11,83 persen, Arab Saudi 7,36 persen, Qatar 5,21 persen, Australia 3,81 persen, dan Kuwait sebesar 2,61 persen.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyatakan bahwa masa sulit terkait kendala pasokan gas telah teratasi sejak 4 April 2026. Bahlil menegaskan bahwa tambahan kargo dari kapal pengangkut LPG dijadwalkan tiba di pelabuhan Indonesia dalam waktu dekat untuk meningkatkan cadangan nasional.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Laode Sulaeman menekankan bahwa penggunaan energi secara bijak sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas stok di tingkat pengecer dan menghindari kelangkaan akibat faktor distribusi.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·