Kementerian ESDM Lelang 13 Wilayah Kerja Migas Baru

Sedang Trending 46 menit yang lalu

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melelang 13 Wilayah Kerja (WK) migas baru melalui skema penawaran langsung dan tender reguler di ajang IPA Convex 2026, Tangerang, pada Rabu (21/5/2026). Langkah strategis ini dilakukan untuk menarik investasi baru di sektor hulu minyak dan gas bumi nasional.

Pemerintah memberikan fleksibilitas kepada kontraktor untuk memilih skema kontrak kerja sama yang paling menguntungkan. Di samping pilihan skema, berbagai fasilitas insentif juga telah disiapkan guna meningkatkan daya tarik investasi pada masing-masing blok yang ditawarkan.

"Kami mewakili Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral secara resmi mengumumkan Penawaran Wilayah Kerja Migas Indonesia Putaran Pertama Tahun 2026. Sebanyak 13 wilayah kerja ditawarkan melalui skema penawaran langsung dan tender reguler, dengan fleksibilitas tanpa batas maksimal cost recovery," terang Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Pemerintah menyediakan opsi penggunaan skema cost recovery maupun gross split bagi para investor. Selain itu, insentif pendukung yang disiapkan mencakup fasilitas perpajakan, percepatan depresiasi, hingga penggantian biaya Domestic Market Obligation (DMO) fee.

Proses pengaksesan dokumen lelang sendiri sudah dibuka sejak tanggal 20 Mei 2026. Seluruh tahapan pengaksesan dokumen serta penyerahan berkas partisipasi dilakukan oleh pihak kementerian secara daring melalui situs resmi Kementerian ESDM.

Berdasarkan data yang diumumkan, dua blok dialokasikan melalui jalur penawaran langsung (direct offer), yaitu WK Natuna D-Alpha di lepas pantai Natuna dengan estimasi sumber daya 2,865 miliar barel minyak (MMBO) dan WK Sapukala di Selat Makassar dengan potensi gas 2,309 BSCF. Sisa 11 blok lainnya dipasarkan melalui skema tender reguler dengan rincian potensi sumber daya yang beragam di berbagai wilayah Indonesia.

Jadwal batas akhir penyerahan dokumen partisipasi dibedakan berdasarkan jalur yang dipilih oleh investor. Untuk jalur penawaran langsung, batas akhir penyerahan dokumen ditetapkan hingga 6 Juli 2026, sementara untuk jalur tender reguler dibuka sebagian hingga Juli dan sebagian lainnya sampai September 2026.