Untuk memastikan target penyelesaian tercapai sesuai jadwal, Kementerian PU membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan yang melibatkan Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, serta seluruh pihak terkait dalam pelaksanaan pembangunan.
"Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” ujar Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangannya di Jakarta, Rabu 13 Mei 2026.
Dody menyampaikan, seluruh penyedia jasa konstruksi dan BUMN pelaksana diminta untuk memastikan langkah percepatan berjalan optimal di setiap lokasi pembangunan.
"Kontrak pelaksanaan juga telah disesuaikan dengan target penyelesaian pembangunan pada 20 Juni 2026," katanya.
Seiring percepatan pekerjaan di lapangan, progres pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II terus menunjukkan peningkatan.
Per 7 Mei 2026, progres fisik rata-rata telah mencapai 45,91 persen, meningkat dari 40,27 persen pada 1 Mei 2026.
Beberapa lokasi juga menunjukkan progres signifikan, di antaranya Kota Medan sebesar 64,48 persen, Kabupaten Sragen 63,22 persen, Kota Bengkulu 62,17 persen, Kabupaten Ogan Ilir 62,07 persen, dan Kota Makassar 62,04 persen.
Berbagai strategi percepatan diterapkan di lapangan, antara lain pengerjaan seluruh bangunan secara paralel, penambahan jumlah tenaga kerja sesuai kebutuhan, kerja lembur, percepatan mobilisasi material, serta penambahan peralatan konstruksi seperti crane, alat pancang, excavator, dan mobile batching plant.
Selain itu, dilakukan penyesuaian metode konstruksi untuk mempercepat proses pembangunan, di antaranya penggunaan struktur baja pada beberapa bagian bangunan, penggunaan metal deck dan wire mesh, serta penerapan teknologi hollow core slab pada plat lantai.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·