Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menginstruksikan percepatan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 104 lokasi agar tuntas pada Juni 2026. Target tersebut ditetapkan agar fasilitas pendidikan di 32 provinsi ini siap digunakan pada tahun ajaran baru Juli mendatang.
Langkah percepatan ini dirumuskan dalam rapat koordinasi antara Kementerian PU bersama tujuh BUMN Karya selaku pelaksana proyek di Jakarta pada Senin (27/4). Sebagaimana dilansir dari Detikcom, proyek ini mencakup pembangunan 3.744 rombongan belajar dengan daya tampung mencapai 112.320 siswa.
Penegasan mengenai urgensi proyek ini disampaikan oleh Menteri PU sebagai bagian dari upaya pemerintah menyediakan fasilitas belajar yang modern bagi masyarakat. Proyek yang tersebar di 102 kabupaten/kota tersebut menjadi pilar penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional.
"Pembangunan semua Sekolah Rakyat Tahap II ini harus dipastikan bisa selesai seluruhnya pada bulan Juni, sebelum mulai tahun ajaran baru pada bulan Juli," ujar Dody Hanggodo, Menteri PU.
Evaluasi teknis dilakukan terhadap sejumlah lokasi pembangunan guna memetakan hambatan di lapangan, termasuk urusan mobilisasi material dan ketersediaan tenaga kerja. Dody menekankan bahwa kendala infrastruktur pendukung harus segera diatasi tanpa mengorbankan standar teknis bangunan.
"Tetap utamakan kualitas dalam pembangunannya, baik dari segi material maupun struktur bangunannya, karena bangunan sekolah ini harus bisa bertahan untuk dimanfaatkan minimal selama 20 tahun," tutur Dody Hanggodo.
Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis kini memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah untuk memastikan jadwal penyelesaian tidak meleset. Koordinasi intensif dengan para kontraktor diharapkan mampu memperluas akses pendidikan berkualitas secara merata di seluruh wilayah Indonesia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·