Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan perluasan implementasi pendidikan jarak jauh (PJJ) jenjang pendidikan menengah di 34 provinsi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) harus direspons dengan kesiapan serius dari pemerintah daerah, baik teknis maupun non-teknis.
"Keberhasilan program PJJ ini sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur digital di daerah, kapasitas tenaga pendidik, serta akurasi data anak tidak sekolah (ATS) yang menjadi sasaran utama," kata Lestari dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus memperluas implementasi PJJ jenjang pendidikan menengah di 34 provinsi tahun ini.
Perluasan implementasi itu dilakukan Kemendikdasmen setelah sukses melakukan uji coba PJJ jenjang pendidikan menengah untuk anak pekerja migran Indonesia di Malaysia pada 2025.
Perluasan itu menargetkan 3.500 anak tidak sekolah (ATS) untuk bisa kembali bersekolah sebagai bagian upaya mewujudkan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan.
Lestari berpendapat perluasan ke seluruh provinsi, khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), memiliki kompleksitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan uji coba di luar negeri.
“Jangan sampai kesalahan yang sama berulang seperti saat pandemi COVID-19, di mana sejumlah kendala mengemuka, antara lain guru tidak siap menjalankan PJJ, orang tua terbebani dengan metode daring, dan akhirnya kualitas belajar murid menurun. Oleh karena itu penting untuk dipersiapkan secara matang," ujarnya.
Baca juga: Kemendikdasmen perluas akses pendidikan bermutu lewat PJJ
Rerie, sapaan akrab Lestari berpendapat bahwa kemudahan akses pendidikan bagi masyarakat di daerah 3T membutuhkan dukungan infrastruktur telekomunikasi yang memadai.
Anggota Komisi X DPR RI itu menilai persoalan infrastruktur telekomunikasi menjadi tantangan utama mengingat tidak semua daerah yang memiliki konektivitas yang stabil.
"Kesiapan sarana dan prasarana pendukung terkait infrastruktur digital juga harus dipastikan," kata Lestari.
Rerie mengapresiasi langkah Kemendikdasmen pada 2025 yang telah menyalurkan papan interaktif digital, laptop, dan hard disk eksternal kepada 288.865 satuan pendidikan.
Namun, Ia menekankan bahwa perangkat semata tidak cukup tanpa kesiapan sumber daya manusia di lapangan.
"Para tenaga pengajar harus dipastikan memiliki keterampilan dalam mengoperasikan dan mengelola sejumlah peralatan tersebut," tuturnya.
Rerie menegaskan keberlanjutan proses belajar mengajar yang berkualitas bagi setiap anak bangsa sangat penting untuk mewujudkan generasi penerus yang berdaya saing di masa depan.
Baca juga: Kemendikdasmen: PJJ pendidikan menengah harapan baru tekan ATS
Baca juga: Anggota DPR dukung pembelajaran jarak jauh bagi mahasiswa
Baca juga: Anggota DPR nilai penerapan PJJ perlu dilakukan selektif
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·