Kementrans sebut RI berpotensi pasok 3 miliar butir kelapa ke China

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan petani kelapa di Indonesia memiliki peluang mengekspor tiga miliar butir kelapa per tahun ke China.

"Kelapa itu kebutuhannya 4 miliar butir (per tahun) di Tiongkok (China), tapi mereka hanya mampu dari yang mereka miliki di Provinsi Hainan itu hanya 1 miliar butir, jadi masih ada gapnya 3 miliar butir," ucapnya di Jakarta, Selasa.

"Ini potensi luar biasa yang kita bisa kembangkan," lanjut Iftitah.

Selain kelapa, ia mengatakan durian, kopi, dan cokelat merupakan produk agrikultur lainnya yang potensial untuk dikembangkan menjadi komoditas ekspor unggulan Indonesia.

Ia mencontohkan komoditas durian memiliki permintaan yang tinggi di China, tapi nilai ekspor durian lokal ke Negeri Tirai Bambu belum menembus Rp1 triliun per tahunnya.

Padahal, menurut dia, pasar durian di China bisa mencapai Rp120 triliun hingga Rp137 triliun setiap tahun.

"Sementara di Sulawesi Tengah, menurut penuturan kepala daerah dan gubernur setempat, itu tadinya (hasil panen) durian itu melimpah, tidak tahu mau dijual ke mana," kata Iftitah.

Ia menyatakan hal tersebut menjadi peluang bagi masyarakat di kawasan transmigrasi di Sulawesi Tengah untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Ia mengatakan komoditas tersebut hanya dihargai sebesar Rp4-5 ribu di daerah asalnya, sedangkan harga ekspor bisa mencapai Rp25 ribu.

"Otomatis peningkatan pendapatan (masyarakat) akan signifikan (berdampak) dengan penurunan angka kemiskinan," ujar Iftitah.

Untuk mengoptimalkan pengembangan berbagai komoditas agrikultur tersebut, Kementerian Transmigrasi (Kementrans) pun berupaya untuk membangun koridor ekonomi yang menghubungkan wilayah Poso, Sigi, hingga Parigi Moutong di Provinsi Sulawesi Tengah.

Melalui koridor ekonomi tersebut, pihaknya juga akan mendorong industrialisasi dan hilirisasi berbagai produk perkebunan, sekaligus menciptakan semakin banyak lapangan kerja bagi masyarakat.

Ia pun memastikan pembangunan kawasan ekonomi tersebut dilakukan sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku dengan status lahan yang jelas (clear and clean).

"Tentu saja pembukaan lahan (untuk pengembangan koridor ekonomi tersebut) juga selalu akan berada di dalam HPL (hak pengelolaan lahan transmigrasi) dan tidak merusak lingkungan," imbuh Iftitah.

Baca juga: Mentan programkan hilirisasi kelapa, tidak ada lagi ekspor gelondongan

Baca juga: Mentan upayakan ekspor kelapa naik jadi Rp60 triliun lewat hilirisasi

Baca juga: Mendag: Penetapan pungutan ekspor untuk kelapa bulat terbit pekan ini

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.