Kementerian Pertahanan RI menepis kabar mengenai penandatanganan kontrak senilai 65 miliar yuan atau Rp156,8 triliun untuk pengadaan 42 jet tempur Chengdu J-10C dari China. Bantahan resmi tersebut disampaikan menyusul beredarnya informasi kesepakatan alutsista di media sosial pemberitaan China pada Selasa, 5 Mei 2026.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, memberikan klarifikasi terkait spekulasi jumlah unit dan nilai kontrak yang viral tersebut sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz.
"Terkait pemberitaan mengenai pengadaan pesawat tempur Chengdu J-10C, dapat kami tegaskan bahwa tidak terdapat kontrak pengadaan 42 unit sebagaimana yang beredar," ujar Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan.
Meskipun membantah keberadaan kontrak tersebut, pihak kementerian belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai status minat Indonesia terhadap pesawat buatan China itu. Belum dipastikan apakah pembatalan informasi ini merujuk pada ketidaktertarikan total atau sekadar belum adanya kesepakatan formal.
Rencana mendatangkan armada tempur ini sebelumnya sempat disinggung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Ia memberikan sinyal bahwa pesawat tersebut diproyeksikan untuk memperkuat armada TNI Angkatan Udara dalam waktu dekat.
"Sebentar lagi terbang di Jakarta," ujar Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Sjafrie saat itu belum memerinci alokasi anggaran maupun jumlah pasti unit yang akan dipesan. Pemerintah Indonesia tercatat tengah mempelajari apakah spesifikasi teknis pesawat yang digunakan Angkatan Udara China tersebut sesuai dengan kebutuhan sistem pertahanan nasional.
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto sebelumnya menjelaskan bahwa tawaran pihak China muncul saat pejabat TNI AU melakukan kunjungan kerja ke negara tersebut. Namun, proses tersebut masih berada dalam tahap peninjauan awal tanpa adanya evaluasi teknis lanjutan.
"Ini hanya tawaran," kata Donny Ermawan Taufanto, Wakil Menteri Pertahanan.
Chengdu J-10C merupakan pesawat tempur multiperan bermesin tunggal yang dikembangkan oleh Avic Chengdu Aircraft Co Ltd dan sering dibandingkan dengan F-16 milik Amerika Serikat. Varian terbaru pesawat ini telah mengadopsi teknologi radar active electronically scanned array (AESA) untuk meningkatkan kemampuan deteksi tempur.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·