Kemkomdigi jadikan AI dan 5G akselerator Indonesia Emas 2045

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyebutkan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence) dan konektivitas 5G merupakan akselerator transformasi digital yang pertumbuhannya harus dijaga untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi Wayan Toni Supriyanto mengatakan agar efektif berperan sebagai akselerator, AI dan 5G harus terintegrasi sehingga akses terhadap teknologi terbarukan menjadi lebih terbuka dan memudahkan terciptanya inovasi sebagai solusi negara.

"Integrasi antara 5G dan AI akan melahirkan berbagai model bisnis baru dan mempercepat transformasi digital di sektor publik maupun industri," kata Wayan dalam forum diskusi di Jakarta, Rabu.

Wayan mengatakan bahwa konektivitas 5G di era serba digital ini adalah fondasi utama agar teknologi-teknologi lain dapat berkembang.

Baca juga: Kemkomdigi ungkap perkembangan lelang spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz

Sejak teknologi ini dikenalkan ke publik, masyarakat mengenal layanan komunikasi berkecepatan tinggi, latensinya rendah, dan sejak kehadirannya beragam inovasi digital baru tumbuh.

Beberapa inovasi yang dimaksud di antaranya bahkan menjadi solusi penting di banyak negara seperti industri 4.0, layanan kesehatan digital, hingga kota cerdas.

Sementara untuk AI, popularitasnya di tengah masyarakat global memang baru berkembang di beberapa tahun terakhir namun teknologi ini terbukti mampu mengelola data sebagai dasar pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi kerja, dan menciptakan solusi nyata khususnya ekosistem digital.

Maka dari itu, sebagai strategi jangka panjang dalam infrastruktur digital ke depannya Kemkomdigi bakal membuat kedua teknologi ini mendapatkan porsi pembangunan yang lebih optimal secara nasional.

Untuk memperluas jangkauan 5G, Kemkomdigi bakal menata dan mengoptimalisasi spektrum frekuensi dengan lebih baik agar konektivitas internet cepat bisa semakin merata.

Kemkomdigi juga berencana memperkuat tata kelola ekosistem pusat data (data center) di Indonesia dengan memastikan para pelaku industri tetap menjaga kedaulatan data nasional.

"Data center bukan lagi sekedar fasilitas penyimpanan data, tetapi telah menjadi tulang punggung ekonomi digital dan fondasi utama bagi pengembangan AI," katanya.

Baca juga: Kemkomdigi sebut Wikimedia patuh daftar PSE ikut aturan Indonesia

Tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur ke depan, Kemkomdigi juga bakal mendukung penciptaan sumber daya manusia (SDM) unggul untuk menjadi talenta digital.

Menurut Wayan, talenta digital yang disiapkan saat ini bukan lagi terbatas pada kemampuan dapat menggunakan teknologi tapi juga mampu menciptakan inovasi khususnya di bidang AI, data, dan jaringan digital.

"Pemerintah melalui Komdigi terus mendorong berbagai program pengembangan talenta digital melalui pelatihan, reskilling, dan kolaborasi dengan industri, serta institusi pendidikan, Target kita jelas. Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tapi juga menjadi produsen inovasi digital yang kompetitif di tingkat global," kata Wayan.

Harapannya ketika langkah-langkah tersebut dikerjakan secara efektif, Indonesia nantinya tidak hanya akan menjadi pasar digital yang besar tapi juga menjadi pemain utama dalam ekosistem digital global.

Hal ini sejalan dengan Visi Indonesia Emas 2045 yang mencita-citakan Indonesia sebagai negara maju dengan ekonomi yang kuat, inklusif, serta berkelanjutan.

Baca juga: Kemkomdigi: 6 Juni batas akhir PSE lapor evaluasi mandiri PP Tunas

Baca juga: Kemkomdigi ingatkan masyarakat berhati-hati saat bertransaksi digital

Baca juga: Kemkomdigi berupaya tingkatkan tata kelola pengamanan data

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.