Kepala Divisi Korporasi BJB divonis bebas perkara korupsi Sritex

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Semarang (ANTARA) - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Jawa Tengah, menjatuhkan putusan bebas terhadap mantan Kepala Divisi Korporasi dan Komersial Bank Jawa Barat dan Banten (BJB) Dicky Syahbandinata dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit untuk PT Sritex.

"Menyatakan terdakwa tidak terbukti bersalah dan haruslah dibebaskan dari segala dakwaan," kata Hakim Ketua Rommel Franciskus Tampubolon dalam sidang tersebut, di Semarang, Kamis.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Dicky Syahbandinata dengan hukuman enam tahun penjara

Dalam persidangan tersebut, majelis hakim membuktikan dakwaan penuntut umum yang disusun secara subsideritas, yakni pelanggar Pasal 603 KUHP atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Menurut hakim, terdakwa sebagai pimpinan divisi kredit tidak terbukti melakukan kesalahan subjektif, baik kesengajaan maupun kelalaian.

"Terdakwa menjalankan kewenangan secara prosedural," katanya

Baca juga: Komisaris Utama PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto divonis 14 tahun

Selain itu, kata dia, terdakwa juga tidak pernah mengetahui rekayasa laporan keuangan yang dilakukan oleh PT Sritex.

"Karena terdakwa dinyatakan tidak terbukti bersalah maka haruslah dibebaskan seketika," ujar hakim.

Selain itu, hakim juga meminta hak-hak terdakwa dipulihkan usai putusan perkara ini

Kepada jaksa penuntut umum, hakim mempersilakan untuk melakukan upaya hukum atas perkara tersebut.

Dicky Syahbandinata diadili atas perkara pemberian kredit kepada PT Sritex yang merugikan bank milik pemerintah daerah itu hingga Rp670 miliar

Baca juga: Mantan Dirut Bank Jateng dituntut 10 tahun dalam kasus korupsi Sritex

Baca juga: Kejagung sita hotel Ayaka Suites terkait kasus TPPU kredit Sritex

Baca juga: Kejagung sita tanah seluas 20.027 meter persegi terkait kasus Sritex

Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.