Ketegangan Meningkat Pasukan AS dan Iran Bersitegang di Selat Hormuz

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Eskalasi keamanan di Selat Hormuz kembali memanas setelah kapal patroli bersenjata Iran melepaskan tembakan ke arah kapal komersial pada Rabu (22/4/2026), di tengah upaya militer Amerika Serikat mencegat dua tanker minyak milik Teheran guna mempertahankan blokade perairan tersebut.

Krisis di jalur perairan vital ini dilansir dari Bloombergtechnoz melibatkan penembakan terhadap satu kapal kargo dan satu kapal kontainer berdasarkan laporan UK Maritime Trade Operations. Komando Pusat AS mengonfirmasi telah mencegat tanker Hero II dan Hedy pada awal pekan ini sebagai bagian dari pengawasan ketat terhadap aset Iran.

Pihak berwenang Amerika Serikat juga melaporkan bahwa kapal perusak Angkatan Laut AS kini tengah mengawal kapal Dorena di Samudra Hindia. Sejak blokade dimulai, pasukan AS tercatat telah menyita satu kapal kargo afiliasi Iran, memeriksa satu tanker di Sri Lanka, dan menghalau setidaknya 29 kapal lainnya.

Di pihak lain, militer Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan menyita kapal MSC Francesca dan Epaminondas untuk inspeksi di daratan. Technomar Shipping Inc selaku pengelola Epaminondas memberikan pernyataan terkait kondisi armada mereka yang sempat diserang sebelum disita.

"Situasi seperti ini secara inheren sangat dinamis," tulis juru bicara Vortexa.

Pernyataan tersebut merujuk pada perubahan data identifikasi kapal tanker besar (VLCC) milik Iran yang bergerak di laut akibat gangguan operasional dan tantangan pelacakan satelit.

"Dalam lingkungan operasional yang terganggu, sinyal awal dapat berubah cepat seiring masuknya data dan konfirmasi tambahan. Pendekatan kami adalah terus menilai ulang dan memperbarui analisis untuk mencerminkan gambaran paling akurat dari apa yang sebenarnya terjadi di laut," papar juru bicara Vortexa melalui email.

Dampak konflik ini telah menyebabkan hilangnya pasokan satu miliar barel minyak dari pasar global sejak Iran menutup Selat Hormuz pada Februari lalu. Presiden AS Donald Trump pada Selasa kemarin memutuskan memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu, namun tetap menegaskan pemberlakuan blokade laut terhadap Iran.