Ketika Raja Nusantara turun ke Garut menghidupkan marwah leluhur

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kehadiran para raja Nusantara ini bukan tanpa makna. Mereka datang sebagai bagian dari upaya menjaga dan merawat nilai-nilai luhur budaya bangsa agar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya; sebuah pesan bahwa identitas bangsa tidak pernah benar-

Garut (ANTARA) - Derap langkah penuh percaya diri dan wibawa, diiringi alunan musik tradisional, menambah pesona Raja-Raja Nusantara yang turun langsung mengikuti Karnaval Gebyar Pesona Budaya Garut di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (25/4/2026).

Kehadiran raja, perwakilan kerajaan, dan keturunan raja yang tergabung dalam Diraja Nusantara mencuri perhatian massa yang telah berkerumun di sepanjang jalan kota.

Rombongan ini membuka iring-iringan, mendahului berbagai komunitas seni-budaya, kelompok masyarakat, dan instansi yang turut menampilkan kreasi di panggung utama "Gebyar Pesona Budaya Garut."

Di tengah riuh suasana, kehadiran mereka terasa istimewa. Para raja melangkah anggun dalam balutan busana kebesaran sarat makna, mulai dari mahkota, kain songket, hingga aksesori tradisional yang memancarkan kewibawaan. Dominasi warna emas, merah, dan hitam menghadirkan kesan agung yang tak lekang oleh waktu.

Namun, bukan kemewahan yang ingin ditonjolkan. Justru kesederhanaan terlihat dari pilihan mereka berjalan kaki mengikuti karnaval, meski sebagian telah berusia lanjut.

Di antara kerumunan, seorang ibu paruh baya sempat bertanya pelan, “Siapa ini?”

“Itu raja-raja, Bu,” jawab seorang pria di dekatnya.

Mendengar itu, sang ibu yang semula tampak biasa saja langsung bersemangat, mendekat, dan merekam momen tersebut dengan telepon genggamnya.

Para raja melangkah perlahan, sebagian saling bergandengan, sambil melempar senyum dan sapaan ramah kepada masyarakat. Setibanya di depan panggung utama, Bupati Garut Abdusy Syakur bersama jajaran pimpinan daerah berdiri menyambut mereka dengan hormat.

Usai karnaval, para raja dipersilakan duduk di kursi yang telah disediakan panitia untuk bersama-sama menyaksikan iring-iringan peserta lainnya. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut mencatat, terdapat 31 raja dan keturunan raja yang hadir dalam Diraja Nusantara, tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga dari Malaysia dan Thailand.

Pewarta ANTARA berkesempatan berbincang dengan beberapa raja seusai acara. Mereka bersedia diwawancarai secara langsung tanpa ruang istimewa. hanya beratapkan tenda di tengah deretan kursi tamu undangan.

Kehadiran mereka dalam Karnaval Gebyar Pesona Budaya Garut bukan sekadar seremoni. Mereka menunjukkan kesederhanaan sekaligus kekaguman terhadap Pemerintah Kabupaten Garut yang sukses menyelenggarakan acara tahunan tersebut dengan semarak.

Baca juga: Legislator : Tradisi Ngawuwuh Garut menuju Warisan Budaya Nasional

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.