Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan sinergi antarpemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, pesantren, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan di provinsi itu, seiring capaian pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan ketahanan pangan yang terus meningkat.
“Kuncinya adalah sinergi. Tidak mungkin kita sukses sendirian. Kerja sama pemerintah pusat, provinsi, kabupaten kota, dunia usaha, perguruan tinggi dan pesantren menjadi kekuatan penting pembangunan Jatim,” ujar Khofifah saat menghadiri Lemhannas Goes to Campus di Universitas KH Abdul Chalim, Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, seperti keterangan, Rabu.
Khofifah menyampaikan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan I 2026 mencapai 5,96 persen secara year on year atau tahunan, tertinggi di Pulau Jawa dan melampaui capaian nasional.
“Saya ingin menyampaikan bahwa di triwulan pertama, year on year, pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa adalah Jawa Timur. Ini bukan sesuatu yang sederhana. Betul kami membangun sinergi, membangun kolaborasi, tapi doa panjenengan semua menjadi penguatan bagi capaian kita dan mudah-mudahan berseiring dengan ridho Allah,” katanya.
Menurut Khofifah, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur ditopang sektor industri pengolahan sebesar 31,45 persen, perdagangan 18,77 persen, pertanian 10,51 persen, serta 14 sektor lainnya sebesar 39,27 persen.
Selain itu, sektor pertanian menyerap sekitar 7,38 juta tenaga kerja, perdagangan 4,69 juta tenaga kerja, industri 3,36 juta tenaga kerja, dan sektor lainnya mencapai 8,42 juta tenaga kerja.
Di bidang pendidikan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat selama tujuh tahun berturut-turut menjadi provinsi dengan jumlah siswa sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan madrasah aliyah (MA) terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur tanpa tes.
Berdasarkan data Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 yang dirilis Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), sebanyak 29.046 siswa asal Jawa Timur diterima di perguruan tinggi negeri dari total 108.122 pendaftar.
“Kerja keras luar biasa dan doa yang mengiringi seluruh ikhtiar kita sehingga tujuh tahun berturut-turut siswa SMA, SMK dan Aliyah Jawa Timur tertinggi diterima perguruan tinggi negeri tanpa tes,” ujar Khofifah.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menjalankan sejumlah program penguatan sumber daya manusia (SDM), di antaranya revitalisasi SMK, sekolah double track, sekolah boarding, bantuan pendidikan bagi siswa keluarga prasejahtera, hingga program beasiswa.
Sebanyak 6.575.603 siswa tercatat menerima Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP), sedangkan bantuan pendidikan diniyah dan guru swasta menjangkau 5.347.905 siswa serta 284.900 guru dan ustadz.
Di sektor pangan, Khofifah menegaskan Jawa Timur menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional.
“Kalau Pak Presiden Prabowo mencanangkan ketahanan pangan, maka lumbung pangannya ada di Jawa Timur. Bahkan sekarang kita bergerak menuju kedaulatan pangan berkelanjutan,” tegasnya.
Berdasarkan data 2025, produksi padi Jawa Timur mencapai 10,43 juta ton meningkat dari 9,23 juta ton pada 2024, sedangkan produksi beras mencapai 6,03 juta ton atau naik 12,60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Kantor Wilayah Badan Urusan Logistik (Bulog) Jawa Timur juga tercatat tertinggi nasional dengan jumlah mencapai 822.854 ton.
Sementara itu, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) TB Ace Hasan Syadzily menilai langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat pendidikan dan pengembangan generasi muda sudah berada di jalur yang tepat untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Saya senang Jatim di bawah kepemimpinan Ibu Gubernur terus mendorong kualitas sumber daya manusia. Karena hari ini yang akan menentukan kualitas Indonesia tahun 2045 adalah bagaimana kita membangun generasi muda saat ini,” kata Ace Hasan.
Ia juga mengapresiasi capaian Jawa Timur dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
“Ketahanan pangan yang dibangun Jawa Timur menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan nasional dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Baca juga: Khofifah bangga serapan lulusan SMK Jatim tembus 91,46 persen
Baca juga: Pemprov Jatim dukung Kemensos perkuat standardisasi LKS
Pewarta: Willi Irawan
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·