Kilang Minyak Pernis Genjot Produksi Bahan Bakar Jet Akibat Konflik

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Kilang minyak Pernis milik Shell Plc di Rotterdam meningkatkan kapasitas produksi bahan bakar jet ke level maksimal pada Rabu (22/4/2026) guna merespons ancaman krisis pasokan avtur. Langkah darurat ini dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengganggu jalur distribusi energi global.

Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa seluruh fasilitas pengolahan di benua tersebut sedang berupaya keras mengamankan stok bahan bakar pesawat. Hal ini dilakukan karena ketergantungan Eropa yang sangat tinggi terhadap impor komoditas tersebut, terutama setelah terhentinya pasokan melalui Selat Hormuz.

"Jelas sekali setiap kilang di Eropa sedang beroperasi berada dalam yang kami sebut mode jet maksimum," kata Frans Everts, kepala divisi bisnis perusahaan di Belanda, dilansir dari Bloombergtechnoz.

Penutupan saluran energi vital di Selat Hormuz telah mengakibatkan hilangnya pasokan jutaan barel minyak sejak akhir Februari lalu. Dampaknya, maskapai penerbangan besar seperti KLM dan Lufthansa AG Belanda mulai merencanakan pengurangan frekuensi penerbangan musim panas ini demi menghemat cadangan bahan bakar.

"Jelas sekali setiap kilang di Eropa sedang beroperasi berada dalam yang kami sebut mode jet maksimum," kata Everts di lokasi peresmian pabrik Holland Hydrogen 1 di Rotterdam.

Manajemen Shell kini tengah memetakan sumber energi dari pasar lain untuk menggantikan minyak mentah asal Timur Tengah. Kapasitas pengolahan di Pernis mencapai 400.000 barel per hari, yang juga melayani kebutuhan energi untuk wilayah Jerman dan Inggris.

"Kami sedang meneliti sumber-sumber alternatif dan pasar, tentu saja, harus sepenuhnya menyesuaikan diri," kata Everts.

Perusahaan energi tersebut mengandalkan jangkauan operasional di berbagai negara untuk menemukan solusi atas kemacetan pasokan saat ini. Everts menegaskan bahwa fleksibilitas global menjadi kunci utama dalam menjaga kestabilan operasional kilang di tengah ketidakpastian geopolitik.

"Kami memiliki kehadiran global dan oleh karena itu kemampuan kami adalah untuk mengidentifikasi peluang," kata Everts.

Selain fokus pada bahan bakar fosil, Shell juga sedang melakukan modernisasi infrastruktur di kawasan kimia Moerdijk yang terhubung dengan Pernis. Upaya ini mencakup konversi sumber daya dua turbin gas alam menjadi tenaga listrik sebagai bagian dari efisiensi energi jangka panjang.