KNKT Belum Menyimpulkan Penyebab Tabrakan Argo Bomo-KRL

Sedang Trending 1 jam yang lalu

KOMITE Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih melanjutkan investigasi tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi dan Kereta Rel Listrik (KRL) jurusan Kampung Bandan–Cikarang. Insiden itu terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin, 27 April 2026, sekitar pukul 20.57 WIB.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan lembaganya masih mendalami kronologi dan penyebab kecelakaan tersebut. “KNKT sedang proses investigasi,” kata Soerjanto pada Rabu, 20 Mei 2026.

Pelaksana tugas Kepala Subkomisi Perkeretaapian KNKT Gusnaedi Rachmanas mengatakan proses investigasi hingga kini masih berlangsung. “Sehingga kami belum dapat menyimpulkan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan,” ujar Gusnaedi.

Gusnaedi menyatakan, tim KNKT telah mengumpulkan informasi dan mewawancarai sejumlah pihak yang berkaitan dengan peristiwa itu. “Kemudian kami akan melakukan analisis terhadap seluruh data dan informasi,” kata dia kepada Tempo.

Kecelakaan bermula ketika KRL berhenti di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur. Kereta tersebut berhenti karena terjadi gangguan di jalur depan akibat tabrakan antara kereta dan sebuah taksi dari arah berlawanan.

Tak lama kemudian, KA Argo Bromo Anggrek melaju dari arah belakang dan langsung menghantam badan KRL tersebut. Benturan itu membuat gerbong khusus perempuan pada rangkaian Commuter Line ringsek.

Pasca-kejadian, Kementerian Perhubungan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait insiden tersebut. “Untuk penyebab kejadian, kami menyerahkannya kepada KNKT agar dapat ditelusuri secara lebih mendalam,” ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.

Pilihan Editor: Mengapa KNKT Sulit Menyelidiki Kecelakaan Kereta Bekasi