Kodim Serahkan Pikap untuk Koperasi Desa Merah Putih

Sedang Trending 3 jam yang lalu

BARISAN mobil pikap 4x4 terparkir rapi di kawasan Alun-alun Karanganyar, Jawa Tengah, Senin pagi, 11 Mei 2026. Kendaraan niaga ringan berpenggerak empat roda dengan bak terbuka dan mesin diesel itu semuanya berwarna putih. Jumlahnya ada 30 unit. Mobil-mobil tersebut dibariskan di tempat itu sebelum secara resmi diserahkan kepada para kepala desa dan jajaran pengurus koperasi desa merah putih di sejumlah wilayah di Kabupaten Karanganyar. 

Pemerintah mulai mendistribusikan ribuan kendaraan operasional impor tersebut untuk mendukung program koperasi desa merah putih di sejumlah daerah. Di Kabupaten Karanganyar, penyerahan secara simbolis sebanyak 30 unit mobil pikap 4x4 tersebut dilaksanakan oleh Kodim 0727/Karanganyar bersama Pemerintah Kabupaten Karanganyar kepada kepala desa dan pengurus koperasi desa merah putih hari ini.

Komandan Kodim 0727/Karanganyar Letnan Kolonel Kaveleri Dhanang Prasetyo Kurniawan mengatakan distribusi kendaraan tersebut merupakan tahap awal dari target pengadaan 170 unit mobil operasional koperasi di seluruh wilayah Karanganyar.

“Pada hari ini Kodim 0727/Karanganyar bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Karanganyar secara simbolis menyerahkan 30 unit kendaraan operasional berupa mobil pickup 4x4 untuk mendukung keberlangsungan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” kata Dhanang kepada wartawan seusai penyerahan secara simbolis mobil pikap 4x4 kepada para kepala desa dan pengurus koperasi desa merah putih di Alun-alun Karanganyar, Senin, 11 Mei 2026.

Menurut dia, jumlah kendaraan akan disesuaikan dengan jumlah titik koperasi desa merah putih yang dibangun di Karanganyar. Hingga kini, progres pembangunan fisik koperasi telah mencapai 146 titik atau sekitar 85 persen dari target keseluruhan.

“Meskipun terdapat beberapa kendala terkait penggunaan Lahan Sawah Dilindungi dan lahan hijau yang memerlukan proses perizinan khusus, pemerintah optimistis operasional sebagian koperasi dapat dimulai pada pertengahan Mei ini,” ujarnya.

Ia menuturkan pemerintah menargetkan pembangunan seluruh titik koperasi rampung pada akhir Juli hingga pertengahan Agustus 2026. Dalam distribusi kendaraan itu, Dhanang menegaskan mobil operasional koperasi tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi aparat maupun pejabat desa. Menurut dia, kendaraan tersebut merupakan aset negara yang diperuntukkan untuk menunjang aktivitas ekonomi koperasi.

“Kendaraan ini diserahkan kepada kepala desa untuk dikelola secara profesional guna menunjang kebutuhan logistik koperasi, bukan untuk kepentingan pribadi pejabat desa,” kata dia.

Karena itu, Kodim bersama pemerintah daerah meminta kepala desa ikut bertanggung jawab mengawasi penggunaan kendaraan tersebut. Pengawasan juga melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas di masing-masing wilayah.

“Oleh karena itu, kepala desa beserta Babinsa dan Bhabinkamtibmas diminta untuk ikut bertanggung jawab dalam mengawal dan merawat aset negara tersebut agar masa pakainya awet dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Dhanang.

Selain mobil pikap 4x4, pemerintah akan menyalurkan bantuan sarana penunjang lain secara bertahap untuk operasional koperasi desa merah putih. Bantuan itu meliputi truk angkut, kendaraan roda tiga, hingga perlengkapan rak besi.

“Selain unit mobil, dukungan sarana prasarana lain seperti truk, kendaraan roda tiga, hingga perlengkapan rak besi juga akan diberikan secara bertahap,” katanya.

Dhanang menyebut program koperasi desa merah putih merupakan bagian dari pelaksanaan instruksi Presiden untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa.

“Program KDKMP ini merupakan langkah nyata dalam menjalankan instruksi Presiden untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan warga di tingkat desa melalui koperasi yang tangguh,” kata dia.

Kepala Desa Rejosari, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Agus Supadiyono, menyambut baik distribusi mobil operasional untuk KDKMP. Menurut dia, kendaraan tersebut dapat langsung dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan ekonomi warga desa, terutama menjelang musim panen.

“Ya, tentu kalau kita ditanya, bersyukur ya. Karena ini kan memang program pemerintah yang kita dukung dari awal,” kata Agus. 

Agus mengatakan gedung koperasi di desanya telah selesai dibangun sejak beberapa bulan lalu. Sarana penunjang, termasuk pendingin ruangan, juga sudah tersedia. Karena itu, menurut dia, distribusi kendaraan operasional datang pada waktu yang tepat.

“Kebetulan kita sudah selesai pembangunan gedungnya, sudah ada AC-nya. Jadi hari ini kita terima mobilnya dan nanti sudah ada anggota yang mulai mengumpulkan iurannya,” ujar dia.

Ia mengatakan kendaraan operasional itu akan dipakai untuk berbagai kebutuhan koperasi, mulai dari distribusi barang kebutuhan warga hingga mendukung sektor pertanian desa.

“Jadi mungkin akan segera kita lakukan untuk penggunaannya, baik untuk pembelanjaan barang-barang kebutuhan warga maupun nanti mungkin membantu programnya yang pertanian. Jadi nanti kan mendekati musim panen. Nah, jadi ini kayaknya tepat untuk hari ini datang mobil ini," tuturnya. 

Menurut Agus, salah satu fungsi kendaraan tersebut nantinya ialah untuk mengangkut hasil panen warga. “Ya, salah satunya begitu,” ujarnya.

Ia mengatakan koperasi di Desa Rejosari saat ini masih dalam tahap awal operasional. Pengumpulan iuran anggota sudah mulai berjalan dan pengurus koperasi tengah menyusun skema usaha, termasuk menentukan jenis produk yang akan dipasarkan kepada anggota.

“Koperasi kita tahap iuran sudah masuk. Ini mungkin mau mulai membelanjakan. Kita semua rapat juga sedang mencari pembukuan untuk produk apa yang kita butuhkan,” kata dia.

Agus menyebut koperasi berencana menyediakan paket kebutuhan pokok untuk anggota dengan beberapa pilihan paket. “Rencana kita mau bikin paketan untuk para anggota. Jadi paket A, B, C, D itu harga sekian,” ujar dia.

Meski bangunan koperasi telah selesai, Agus mengatakan koperasi belum resmi dibuka karena masih menunggu proses penyerahan kunci. Namun, seluruh sarana utama operasional mulai tersedia, termasuk kendaraan operasional dan anggota koperasi.

“Mobil sudah ada, nanti gedung juga sudah ada, anggota sudah ada, iuran sudah mulai mengumpulkan. Nanti tinggal kita pelan-pelan,” kata Agus.

Ia menegaskan kendaraan operasional tersebut bukan untuk kepentingan pribadi aparat desa. Pemerintah desa, kata dia, akan ikut mengawasi penggunaan aset koperasi agar tetap dipakai untuk kepentingan masyarakat.

“Ini kan memang bukan diberikan untuk pribadi tapi untuk kegiatan kemasyarakatan. Sepanjang itu untuk kegiatan kemasyarakatan ya kita tentu support,” ujarnya.

Menurut Agus, antusiasme warga terhadap koperasi desa merah putih cukup tinggi. Hingga kini koperasi di Desa Rejosari telah memiliki sekitar 66 anggota awal yang terdiri atas pengurus RT/RW, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, dan sejumlah tokoh masyarakat.

“Harapan kita tentu dengan adanya koperasi ini membantu peningkatan ekonomi warga, baik di bidang pertanian maupun perdagangan,” kata Agus.