Komisi III Perdana Ikut Timwas Haji DPR, Nasir Djamil Ungkap Alasannya

Sedang Trending 43 menit yang lalu
Anggota Timwas Haji DPR 2026, Nasir Djamil. Foto: Dok. Timwas Haji DPR 2026

Komposisi Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR 2026 berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya, Komisi III DPR RI dilibatkan dalam Timwas Haji.

Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil menjadi salah satu perwakilan yang diberangkatkan ke Arab Saudi dalam pelaksanaan pengawasan tahun ini.

Nasir menjelaskan pelibatan Komisi III merupakan bagian dari upaya memperluas pengawasan lintas komisi terhadap penyelenggaraan ibadah haji.

"Begini, diharapkan semua komisi terlibat dalam pengawasan pelaksanaan ibadah haji karena melibatkan jumlah orang yang ramai," kata Nasir saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Rabu (20/5).

Pengawasan Lintas Bidang

Menurut Nasir, masing-masing komisi nantinya akan melihat aspek yang perlu dievaluasi agar kualitas pelayanan terhadap jemaah haji semakin baik.

"Dan tentu masing-masing komisi nanti akan melihat aspek apa yang perlu dievaluasi dan kemudian diperbaiki sehingga kualitas pelayanan terhadap calon jemaah haji oleh pemerintah ini bisa maksimal dilakukan," tambah dia.

Politikus PKS itu menilai keterlibatan berbagai komisi dalam Timwas Haji menjadi bentuk komitmen DPR untuk memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan lancar setiap tahun.

"Dan kemudian pelayanan yang diberikan oleh pemerintah, oleh negara kepada warga negaranya yang melaksanakan apa namanya ibadah haji di tanah suci itu bisa mendapatkan pelayanan yang berkualitas dan kemudian bisa menjadi haji yang mabrur," kata Nasir.

Soroti Transportasi dan Kepadatan Jemaah

Terkait fokus pengawasan di Arab Saudi, Nasir menyebut Timwas dibagi ke sejumlah bidang, mulai dari akomodasi, transportasi, kesehatan, hingga pengawasan saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

"Jadi pengawasan yang dilakukan itu semata-mata ingin memastikan bahwa jemaah haji kita itu dilayani dengan baik. Dan jangan sampai lagi ada berita bahwa jemaah haji kita harus berjalan kaki sementara transportasi itu ada tapi tidak bisa digunakan karena kondisi di sana yang agak crowded," ucap Nasir.

"Oleh karena itu, kami ingin memastikan semuanya bisa terurai dengan baik dan calon jemaah haji itu bisa apa namanya terhindar dari hal-hal yang menyulitkan mereka," kata Nasir.