Jakarta (ANTARA) - Vice President Organization & Inter Institution Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO), Anton N. Sumarli menyampaikan sejumlah faktor tren travel atau perjalanan wisata, salah satunya konektivitas ke negara yang menjadi tujuan.
“Contoh ada beberapa negara nih yang mereka lagi mau bikin pameran expo dan sebagainya, tapi karena konektivitasnya susah, harganya mahal, jadi masyarakat juga enggak ke sana,” kata Anton, saat temu media acara “Korea Hybrid Travel Fair 2026” di Jakarta, pada Jumat.
Anton menyampaikan tren travel wisata dapat berubah tergantung negara mana yang sedang aktif melakukan promosi. Hal itu terlihat dalam berbagai kegiatan promosi pariwisata, termasuk Astindo Travel Fair. Selain itu, media sosial juga dinilai memiliki pengaruh dalam membentuk tren perjalanan.
“Tren itu berubah-ubah tergantung dari banyaknya dari negara yang mempromosikan. Kemudian, bagaimana apa yang lagi menjadi tren di media sosial sebetulnya. Nah itu yang menjadi tren,” ujar dia.
Baca juga: Pengguna platform daring dinilai kian fleksibel mengatur perjalanan
Anton juga mengatakan bahwa tren perjalanan wisata masyarakat Indonesia saat ini masih banyak memilih ke luar negeri. Dalam hal ini, Jepang masih menempati posisi pertama destinasi favorit wisatawan Indonesia berdasarkan data pameran perjalanan ASTINDO.
“Trennya kebanyakan masih luar negeri terus terang. Jepang tuh masih nomor satu sih. Terus Taipei, Taiwan, Korea, China juga masuk,” tutur dia.
Anton mengatakan pertumbuhan perjalanan wisatawan Indonesia ke Korea Selatan juga mengalami peningkatan. Berdasarkan data ASTINDO, Korea Selatan menjadi salah satu dari lima destinasi teratas yang menjadi tujuan, berdasarkan pameran perjalanan yang mereka gelar.
Menurut Anton, pertumbuhan jumlah wisatawan Indonesia ke Korea Selatan juga didorong pengaruh adanya kedekatan budaya antara kedua negara.
“Kami optimis akan memiliki pertumbuhan yang lebih banyak lagi. Jumlah pengunjung ke Korea Selatan akan semakin banyak di masa depan karena kami memiliki banyak program juga,” tutur dia.
Baca juga: Pengalaman nikmati kopi unik lahirkan tren pariwisata baru di China
Baca juga: Wisatawan kian cermat dan peduli lingkungan dalam merancang perjalanan
Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
25 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·