JUMLAH korban tewas akibat insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi kini menjadi 16 orang. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, total korban meninggal dunia kini korban korban menghembuskan napas terakhir setelah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Kota Bekasi.
“Pasiennya kalau secara umum sudah membaik tinggal yang di ICU tiga orang. Tapi yang satu sudah meninggal, tinggal dua orang lagi tapi mudah-mudahan bisa sembuh,” kata Dedi Mulyadi di RSUD Kota Bekasi pada Rabu, 29 April 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Ia menyampaikan, untuk sebagian korban luka saat ini sudah membaik dan mampu berkomunikasi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan bantuan sebesar Rp10 juta untuk setiap korban yang dirawat.
Sementara itu, untuk korban meninggal dunia, Pemprov Jabar juga memberikan santunan tambahan. “Setiap yang meninggal itu dikasih 50 juta,” ujar dia.
Selain itu, Pemprov Jabar juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp 20 miliar untuk membantu peningkatan fasilitas rumah sakit yang menangani korban. “Pemprov Jabar memberikan stimulus buat rumah sakit yang merawat ini sebesar 20 miliar,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan total korban dalam insiden tersebut mencapai 106 penumpang. “Jumlah penumpang yang menjadi korban, baik yang meninggal maupun yang luka-luka adalah sejumlah 106 penumpang,” kata Dudy.
Kecelakaan antarkereta ini melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line atau Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 sekitar pukul 20.57 WIB. Insiden bermula ketika sebuah taksi online Green SM mengalami korsleting listrik di tengah perlintasan kereta, tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur.
Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Polri Komisaris Sandhi Wiedyanoe mengatakan peristiwa itu memicu tabrakan awal di jalur. “Terjadilah tabrakan yang melibatkan kereta api dengan kendaraan tersebut,” ujar Sandhi.
Akibat insiden itu, perjalanan KRL jurusan Kampung Bandan–Cikarang tertahan di Stasiun Bekasi Timur. Nahas, pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek melaju dari arah belakang di jalur yang sama. “Kecepatan 110 kilometer per jam,” kata Sandhi.
Badan KA Argo Bromo Anggrek menembus badan KRL hingga membelah gerbong khusus wanita. Puluhan penumpang yang berada di dalam gerbong itu menjadi korban setelah terhimpit badan kereta.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·