PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan 0,1 persen orang terkaya di Indonesia harus bersikap nasionalis atau mencintai Tanah Air. Kepala Negara tak menginginkan kekayaan alam Indonesia dijual ke pihak asing.
Prabowo menyampaikan hal tersebut ketika memberikan sambutan dalam acara peletakan batu pertama alias groundbreaking 13 proyek penghiliran nasional tahap kedua, hari ini.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Bagi dia, kemakmuran semestinya dinikmati semua lapisan masyarakat. "0,1 persen di atas, kita terbuka. Indonesia harus untuk semua, yang kuat monggo. Kita tidak anti-orang kaya, tapi orang kaya harus nasionalis. Bangsa Indonesia bukan ladang dan sawah untuk diambil kekayaannya dan dibawa ke luar negeri," ucap Prabowo di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu, 29 April 2026, dikutip dari siaran yang ditayangkan pada YouTube Sekretariat Presiden.
Adapun dalam kesempatan itu, Prabowo meluncurkan groundbreaking 13 proyek penghiliran tahap kedua yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia senilai Rp 116 triliun. Belasan proyek itu meliputi lima proyek di sektor energi, lima di sektor mineral, dan tiga di sektor pertanian.
Prabowo mengklaim, penghiliran merupakan jalan menuju kebangkitan bangsa Indonesia. Prabowo memastikan pemerintah bakal menggenjot jumlah proyek hilirisasi. "Tahun ini juga kami akan tambah hilirisasi mungkin enam proyek lagi dan terus menerus akan kita tambah. Mungkin ada tahap keempat, kelima, keenam InsyaAllah tahun ini juga," katanya.
Mantan Menteri Pertahanan ini menekankan bahwa kekayaan alam Indonesia harus dimanfaatkan untuk rakyat terlebih dahulu. “Saya ulangi, bangsa Indonesia tidak mau jadi sawahnya orang lain, tidak mau jadi ladangnya orang lain. Bangsa Indonesia ingin kekayaan Indonesia di tangan, dinikmati oleh rakyat Indonesia. Berkali-kali saya bicara seperti itu dan bertekad untuk mencapai itu,” tutur Prabowo.
Menurut dia, salah satu upaya memakmurkan rakyat ini melalui penghiliran berbagai komoditas. Proses hilirisasi ini dianggapnya bisa memberikan nilai tambah pada komoditas-komoditas milik Indonesia.
“Proyek-proyek yang tadi diumumkan ini baru awal, ya. Kalau Anda perhatikan, kami olah semua nikel, bauksit, bahkan batu bara. Bahkan komoditas pertanian kami mau olah supaya nilai tambah ada di Indonesia, supaya kita tambah makmur,” ujar Ketua Umum Partai Gerindra itu.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·