Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik di Tengah Perang Iran

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Militer Korea Utara meluncurkan sejumlah rudal balistik dari wilayah pesisir timur Sinpo menuju Laut Timur pada Minggu pagi, 19 April 2026. Aksi ini menandai uji coba senjata keempat sepanjang bulan ini di tengah meningkatnya ketegangan global akibat perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan melaporkan bahwa peluncuran dimulai sekitar pukul 06.10 waktu setempat dengan jarak tempuh rudal mencapai 140 kilometer. Pihak otoritas intelijen Seoul dan Washington kini tengah menganalisis spesifikasi teknis untuk memastikan apakah peluncuran tersebut melibatkan rudal balistik berbasis darat atau kapal selam.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan menegaskan komitmen mereka untuk memantau aktivitas militer Pyongyang secara ketat dalam posisi pertahanan gabungan yang kokoh. Pengawasan ini dilakukan melalui pertukaran informasi intensif dengan pihak Amerika Serikat dan Jepang guna merespons segala bentuk provokasi.

Eks mantan penasihat keamanan presiden Korea Selatan, Kim Ki-jung, menilai intensitas aktivitas militer Pyongyang bertujuan untuk menunjukkan kapabilitas pertahanan diri serta membangun posisi tawar internasional.

"The missile launches may be a way of showing that - unlike Iran - we have self-defence capabilities," ujar Kim Ki-jung, mantan penasihat keamanan presiden Korea Selatan.

Kim juga menambahkan bahwa langkah ini merupakan upaya Korea Utara untuk memberikan tekanan pendahuluan sebelum terlibat dalam dialog diplomatik di masa mendatang.

"The North also appears to be exerting pressure preemptively and make a show of force before engaging in dialogue with the United States and South Korea," kata Kim Ki-jung, mantan penasihat keamanan presiden Korea Selatan.

Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, menyatakan kekhawatirannya terkait peningkatan aktivitas nuklir di Korea Utara saat perhatian dunia terfokus pada Timur Tengah.

"As the world’s attention is focused on developments in the Middle East, we must not forget tensions and divisions elsewhere, including here on the Korean Peninsula," kata Rafael Grossi, Kepala IAEA.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan menyuarakan sentimen serupa dengan menyebut peluncuran tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB.

"North Korea must immediately cease its repeated missile provocations that escalate tensions on the Korean Peninsula and actively participate in our government’s efforts to establish peace," kata Kementerian Pertahanan Korea Selatan.

Pemerintah Jepang melalui Menteri Pertahanan Shinjiro Koizuma menyatakan protes keras dan menegaskan kesiapan penuh terhadap segala kemungkinan darurat yang mungkin terjadi.

"Detailed specifications are currently under close analysis by South Korean and U.S. intelligence authorities," ujar pejabat di Seoul.

Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat menyatakan dalam penilaian awal bahwa peristiwa ini tidak menimbulkan ancaman langsung bagi personel atau wilayah sekutu.

"Based on current assessments, this event does not pose an immediate threat to U.S. personnel or territory, or to our allies," kata Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat melalui media sosial.

Meskipun demikian, Washington tetap berkomitmen pada pertahanan tanah air dan perlindungan terhadap sekutu-sekutunya di kawasan Asia Timur.

"The United States remains committed to the defense of the U.S. homeland and our allies in the region," tulis Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat.

Kantor Kepresidenan Korea Selatan atau Blue House segera menggelar pertemuan keamanan darurat untuk merespons peluncuran yang dianggap mencederai perdamaian regional dan internasional tersebut.