Kredit Usaha Rakyat BRI Bantu Pelaku UMKM Kembangkan Usaha Rumahan

Sedang Trending 37 menit yang lalu

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, merasakan dampak positif dari pembiayaan modal kerja. Dikutip dari Detikcom, fasilitas Kredit Usaha Rakyat atau KUR dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membantu mengembangkan omzet bisnis rumahan.

Salah satu pelaku usaha, Eka Sinta Febriana, memanfaatkan dana tersebut untuk beralih ke bisnis kuliner malam setelah usaha kue kering yang dirintis sejak 2022 berhenti total. Perempuan berusia 32 tahun ini mengelola gerai Aneka Bakaran Mom's Alya di depan kediamannya.

Awalnya, Eka mengajukan pinjaman KUR BRI pertama senilai Rp 15 juta untuk modal kue kering. Setelah usaha tersebut terkendala, ia memutar otak lalu mengajukan pinjaman kedua demi membuka usaha baru.

"Akhirnya minjem lagi KUR. Kita pinjam lagi buat modal, tapi kita ganti usaha lagi," kata Eka saat ditemui detikcom di rumahnya di kawasan Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, (26/5/2026).

Melalui pinjaman kedua sebesar Rp 23 juta, Eka membuka lapak makanan bakaran, camilan, dan minuman yang beroperasi setiap hari pukul 17.00 hingga 21.00 WIB. Bisnis ini kini menghasilkan omzet kotor berkisar Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu per hari.

"Alhamdulilah tercukupi, namanya jualan kan, kadang sepi kadang ramai, alhamdulillah cukup. Udah gitu kan orderan dari Gojek juga alhamdulillah. Jadi bisa nutup deh," kata Eka.

Pelanggan setianya mayoritas merupakan masyarakat sekitar serta anak kos yang memanfaatkan fasilitas karaoke di lapak tersebut. Pesanan daring juga terus mengalir untuk menopang pendapatan harian.

"Kalau dari online lebih dari 20 ojek," ujar Eka.

Dalam mengelola usahanya, Eka dibantu oleh suami terutama saat kunjungan pembeli mencapai puncaknya menjelang akhir pekan.

"Jumat sampai malam Minggu tuh paling ramai," imbuh dia.

Ke depan, Eka berencana melakukan ekspansi bisnis demi membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar.

"Iya pengennya tambah lagi, pengen kita pengen buka cabang," ujar Eka.

Ia menegaskan bahwa kehadiran modal kerja dari perbankan menjadi komponen krusial dalam keberlanjutan bisnis harian keluarganya.

"Alhamdulillah sangat membantu terutama buat modal. Karena modal perlu banget, penting gitu kan untuk usaha kita. Apalagi buat tambah-tambah sehari-hari, jajan anak-anak," kata Eka.

Manfaat serupa dirasakan oleh Warda Royani, warga lain yang mengakses KUR BRI senilai Rp 25 juta pada 2016. Dana tersebut dialokasikan sebagai tambahan modal toko sembako untuk membeli stok gas dan galon air minum.

"Dampaknya kalau selama uang itu kita pinjam untuk usaha, alhamdulillah bisa diputerin," kata Warda saat ditemui terpisah.

Meskipun toko kelontong tersebut akhirnya tutup akibat hantaman pandemi COVID-19, Warda kembali mengakses pembiayaan BRI melalui program Kupedes sebesar Rp 30 juta untuk kebutuhan renovasi kontrakan dan pendidikan anak.

Saat ini, Warda mengelola kantin sekolah dengan modal mandiri yang menghasilkan keuntungan bersih sekitar Rp 150 ribu per hari dari total pendapatan kotor harian.

"Sebenarnya kalau full hari-hari biasa gitu, dari kelas 3 sampai kelas 1 masuk, ya alhamdulillah sehari itu kita bisa kantongin uang Rp 450 ribu, Rp 400 ribu. Ya dihitung-hitung kalau pemasukan bersih kita, ya dapatlah 150 sehari bersih," kata Warda.

Warda memilih layanan pembiayaan dari BRI karena efisiensi proses pengajuan serta beban bunga cicilan yang dinilai kompetitif bagi pelaku usaha mikro.

"Terus kayak misalkan yang Kupedes ini, itu juga istilah kata tuh gini, bagi saya enggak terlalu sulit lah. Nggak terlalu sulit prosedurnya. Mudah-mudah aja. Mungkin juga, mungkin dilihat dari BI checking saya juga memang enggak pernah ada ketelatan," ujar Warda.

Ia menambahkan bahwa pengelolaan pinjaman produktif secara konsisten akan memberikan kontribusi positif bagi ketahanan ekonomi domestik keluarga.

"Saya nggak mikir untungnya berapa, yang penting tiap hari itu kalau kita puterin pasti ada untungnya dong. Memang nggak banyak, tapi untuk kita hari-hari alhamdulillah ada," ujar Warda.

Komitmen Pembiayaan Perbankan

Merespons perkembangan tersebut, Pemimpin Cabang BRI Pasar Minggu, Yanuar Akademikus Arbifirdaus, menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung akselerasi bisnis UMKM.

"Tentunya kami sangat bersyukur apabila dari pelaku-pelaku UMKM yang menikmati pembiayaan atau modal kerja, untuk usahanya dari Bank BRI. Saya turut bersyukur dan bangga," ujar Arbi saat ditemui di kantornya.

Pihak perbankan juga terus memperluas ekosistem digital untuk mempermudah transaksi keuangan pedagang melalui aplikasi BRImo dan QRIS BRI. Penyaluran ini didukung oleh infrastruktur jaringan yang tersebar di wilayah Pasar Minggu.

"Tentunya ini jadi harapan kita semua. Kita bisa menyalurkan khususnya KUR, ke pelaku usaha UMKM ini untuk apa? Men-generate kemampuan usaha pelaku UMKM itu sendiri. Dengan bertambahnya modal, atau dia dengan kredit investasi buka tempat baru, sehingga bisa memperluas usaha dan memajukan usaha dari pelaku-pelaku UMKM," ujar Arbi.