Operasional layanan Commuter Line Cikarang dilaporkan telah berangsur normal kembali dan Stasiun Bekasi Timur sudah melayani naik-turun penumpang secara penuh pada Minggu (3/5/2026). Pemulihan ini terjadi setelah dilakukannya normalisasi jalur rel pasca-kecelakaan yang melibatkan KRL dan kereta api jarak jauh di lokasi tersebut.
Data volume penumpang menunjukkan tren peningkatan yang signifikan seiring pulihnya akses di stasiun tersebut, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Pihak manajemen mencatat adanya lonjakan pengguna jasa transportasi publik ini selama periode uji coba hingga memasuki libur panjang awal Mei.
"Volume pengguna di Stasiun Bekasi Timur juga berangsur normal kembali dan bahkan terus bertambah setelah stasiun ini kembali melayani naik-turun pengguna," kata Karina Amanda, perwakilan instansi terkait.
Pengerjaan teknis di area lintasan terus dioptimalkan guna memastikan keamanan perjalanan. Jalur tersebut juga telah dinyatakan layak setelah melewati serangkaian pengujian pada pertengahan pekan lalu.
"Saat ini perjalanan Commuter Line Cikarang kembali normal," ucapnya.
Meskipun jadwal telah kembali sesuai rute asal, otoritas perkeretaapian masih menerapkan kebijakan khusus di titik bekas kecelakaan. Hal ini dilakukan demi menjaga stabilitas jalur yang masih dalam tahap pemantauan intensif.
"Karina mengatakan di lokasi terjadinya kecelakaan kereta itu masih dilakukan pembatasan kecepatan bagi seluruh perjalanan kereta. Meski demikian aktivitas stasiun dan pergerakan pengguna Commuter Line berjalan normal," ujar Karina.
Rincian statistik menunjukkan pada Kamis (30/4) terdapat 8.188 penumpang naik dan 9.268 penumpang turun. Angka ini terus merangkak naik saat memasuki hari Jumat (1/5) yang bertepatan dengan hari libur.
"Sementara itu, pada awal libur panjang ini, tercatat volume pengguna hari Jumat (1/5) sudah menyentuh angka 14 ribu. Sebanyak 6.590 orang yang naik dan 7.527 orang yang turun," ujar Karina.
Pada hari Sabtu (2/5), mobilitas masyarakat masih terpantau tinggi di stasiun yang berlokasi di Bekasi tersebut. Sebanyak 8.412 orang tercatat melakukan keberangkatan dari Stasiun Bekasi Timur.
"Pada Sabtu kemarin (2/5), volume pengguna yang naik sebanyak 8.412 orang dan 9.275 orang yang turun di Stasiun Bekasi Timur," imbuhnya.
Total operasional di lintas Cikarang kini telah mencapai kapasitas penuh dengan ratusan jadwal keberangkatan setiap harinya. Tingkat ketepatan waktu juga diklaim mengalami perbaikan bertahap sejak proses evakuasi rampung.
"Tren ini menunjukkan normalisasi mobilitas masyarakat yang mengandalkan Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur. Apalagi, keberadaan Commuter Line sudah menjadi kebutuhan untuk mobilitas masyarakat dengan berbagai kepentingannya. Terutama untuk bekerja," ujarnya.
Di sisi lain, penegak hukum mulai meningkatkan status hukum terkait insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL. Polda Metro Jaya telah menjadwalkan pemanggilan sejumlah pihak terkait untuk memberikan keterangan resmi.
"Selanjutnya, pada Senin mendatang, penyidik juga akan meminta keterangan dari Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, pihak Taksi Green, serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian," ujar Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya.
Langkah ini diambil guna memastikan penyebab pasti kecelakaan dan mencari bukti-bukti penguat lainnya. Penyidik berusaha mengonstruksi kejadian tersebut berdasarkan fakta-fakta di lapangan secara komprehensif.
"Guna melengkapi rangkaian penyidikan dan memperoleh gambaran peristiwa secara utuh dan objektif," tuturnya.
Hingga saat ini, puluhan orang yang terdiri dari saksi mata dan petugas di lapangan telah memberikan kesaksian kepada pihak kepolisian. Daftar saksi tersebut mencakup pengemudi kendaraan hingga petugas penjaga perlintasan.
"Hingga saat ini, penyidik telah meminta keterangan terhadap 31 orang. Yang terdiri atas pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang, saksi di sekitar lokasi, korban, petugas operasional PT KAI. Serta pihak-pihak lain yang mengetahui langsung peristiwa tersebut," jelasnya.
Penanganan kasus ini sekarang berada di bawah kewenangan Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Tim penyidik juga telah mengamankan rekaman CCTV serta melakukan koordinasi dengan pihak medis terkait kondisi para korban.
"Sejauh ini, penyidik telah melakukan cek tempat kejadian perkara, pengumpulan barang bukti, pendalaman rekaman CCTV, koordinasi dengan rumah sakit terkait korban, permintaan visum. Serta pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pihak-pihak terkait lainnya," ucapnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·