KRL Duri-Tangerang dievakuasi ke Stasiun Rawa Buaya

Sedang Trending 34 menit yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Commuter Line (KRL) jurusan Duri - Tangerang yang terhenti pascaledakan di perlintasan sebidang RT 01/RW 11 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa sore, akhirnya dievakuasi ke Stasiun Rawa Buaya.

Pantauan di lokasi, KRL yang masih membawa penumpang itu didorong oleh kereta lain dari belakang pada pukul 18.48 WIB, setelah mogok dari pukul 17.00 WIB.

Petugas penjaga palang pintu rel Klingkit, Rawa Buaya, Zainul, mengatakan rangkaian KRL yang mengalami gangguan dibawa ke Stasiun Rawa Buaya untuk penanganan lebih lanjut.

“Kereta disetut KRL lain ke Stasiun Rawa Buaya. Nanti diperbaiki di sana,” kata Zainul kepada wartawan di lokasi, Selasa malam.

Ia mengatakan, tindakan tersebut dilakukan agar perlintasan sebidang dapat kembali dapat dilintasi oleh kendaraan lain.

"Bisa di sini juga kendaraan bisa melintas kan," kata dia.

Penumpang kereta rel listrik (KRL) Commuter Line lintas jurusan Duri-Tangerang mendengar tiga kali ledakan sebelum akhirnya kereta itu tiba-tiba terhenti di perlintasan sebidang RT 01 / RW 11 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat pada Selasa sore.

"Tadi dengar ada ledakan. Jadi ledak gitu, (kereta) mati, (kereta) hidup lagi, ledak lagi, terus mati, hidup, ledak lagi, terus mati lagi. Enggak lama, kereta berhenti sampai sekarang. Ledakannya dari dalam KRL, kayak 'dug' gitu bunyinya," kata Tasya (25) kepada wartawan di lokasi.

Ledakan itu, kata Tasya, turut membuat lampu di dalam gerbong ikut mati. Para penumpang KRL sontak histeris saat insiden bunyi ledakan itu terjadi.

Karena kejadian itu, Tasya bersama sebagian penumpang lain akhirnya memilih turun lantaran takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Saya kan berangkat dari Kampung Bandan mau ke Tangerang. Tadi turun di sini, pintunya (KRL) terbuka akhirnya tadi," kata Tasya.

Hal senada disampaikan oleh penumpang lain bernama Butar (45) Ia tengah berada di gerbong tiga saat insiden ledakan terjadi.

"Saya tadi di gerbong tiga, terus dengar ada ledakan dari gerbong tiga. Tiga kali (bunyi ledakan), sekitar jam 17.00 tadi," kata Butar.

Ia pun segera berpindah dari gerbong tiga ke paling depan pascaledakan itu. Bersama sebagian penumpang lain, Butar memilih untuk bertahan di dalam gerbong sampai kereta bisa bergerak kembali.

Insiden itu pun mengundang perhatian warga sekitar. Anak-anak hingga orang dewasa mengitari gerbong belakang yang tepat berada pada perpotongan jalan dan perlintasan kereta.

Sementara itu, palang perlintasan ke arah Jalan Daan Mogot maupun arah sebaliknya masih tertutup. Banyak pengendara yang akhirnya tertahan hingga memilih putar balik mencari jalur alternatif. Sebagian lagi memilih parkir di depan palang perlintasan untuk menyaksikan kereta yang terhenti itu.

Baca juga: Kereta Duri - Tangerang tiba-tiba berhenti di perlintasan Rawa Buaya

Baca juga: KRL Duri-Tangerang terhenti, penumpang dengar tiga kali ledakan

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.