Kunker ke Pamekasan, Mensos pantau Sekolah Rakyat & pelaksanaan bansos

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Salah satu program prioritas Presiden RI adalah Sekolah Rakyat dan program ini merupakan hasil kolaborasi dengan program pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan sebelumnya, seperti Program Keluarga Harapan

Pamekasan (ANTARA) - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Minggu, untuk meninjau pelaksanaan Sekolah Rakyat dan bantuan sosial, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH), di wilayah itu.

"Salah satu program prioritas Presiden RI adalah Sekolah Rakyat dan program ini merupakan hasil kolaborasi dengan program pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan sebelumnya, seperti Program Keluarga Harapan," kata Mensos Saifullah Yusuf di sela-sela kegiatan itu.

Mensos melakukan pengecekan langsung pelaksanaan program itu dengan mencocokkan pemutakhiran data penerima program berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yakni sistem basis data terpadu di Indonesia yang memuat informasi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan seluruh penduduk, berbasis NIK (Nomor Induk Kependudukan).

Mensos menegaskan pemutakhiran data merupakan fokus utama, dimana DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) kini bertransformasi menjadi DTSEN.

Baca juga: Mensos: Ada 470.000 KPM baru bansos hasil pemutakhiran DTSEN

"Data ini menjadi fondasi utama untuk melaksanakan program prioritas Presiden guna memastikan bantuan sosial (bansos) tepat sasaran dan berkeadilan," kata Mensos Saifullah Yusuf.

Acara yang digelar di aula Universitas Islam Negeri (UIN) Madura bertajuk "Kolaborasi Program Prioritas dalam Rangka Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi" itu dihadiri para pelaksana pekerja sosial dan petugas pendamping PKH di wilayah itu.

Mensos menjelaskan selama ini ada dugaan sekitar 40 persen penerima bantuan sosial tidak tepat sasaran.

"Ini diketahui atas temuan pendamping PKH di lapangan yang menyebutkan bahwa di antara penerima bantuan ada orang mampu," kata Mensos.

Karena itu penyempurnaan data merupakan hal penting, kata dia, agar semua bantuan yang telah dicanangkan pemerintah tepat sasaran.

Baca juga: Mensos: Sekolah Rakyat siap luluskan 453 siswa pada tahun ini

Selain menjelaskan tentang program prioritas Presiden, Mensos Saifullah Yusuf juga menjelaskan tentang maksud dan tujuan pemerintah mendirikan Sekolah Rakyat.

Ia menjelaskan Sekolah Rakyat bertujuan untuk memfasilitasi warga miskin dan kurang mampu untuk bisa tetap melanjutkan pendidikan.

"Dalam pelaksanaannya program ini juga berkolaborasi dengan lintas instansi, lintas Kementerian, termasuk dengan BPS," kata Mensos Saifullah Yusuf.

Pada akhir acara, Mensos Saifullah Yusuf berfoto bersama dengan pendamping PKH, siswa Sekolah Rakyat, dan operator desa yang hadir dalam kegiatan itu.

Baca juga: Mensos siap diaudit soal pengadaan untuk Sekolah Rakyat

Pewarta: Abd Aziz
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.