Insiden dugaan kebocoran gas amonia melanda sebuah pabrik es kristal di kawasan Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta pada Jumat (8/5) sekitar pukul 23.30 WIB. Peristiwa ini memicu kepanikan penduduk setempat yang mengalami gangguan pernapasan hingga harus mengungsi dari kediaman mereka.
Sebagaimana dilansir dari Detikcom, laporan awal mengenai aroma menyengat pertama kali disadari oleh para pekerja di dalam pabrik sebelum menyebar ke lingkungan sekitar. Personel gabungan segera dikerahkan ke lokasi guna memitigasi dampak sebaran gas kimia tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, menjelaskan bahwa koordinasi cepat dilakukan antarinstansi untuk mendapatkan peralatan penanganan yang memadai. Penanganan teknis melibatkan unit pemadam kebakaran yang memiliki spesifikasi alat khusus untuk kebocoran kimia.
"Kemudian dari pusdalops kami berkoordinasi dengan damkar Kota Jogja karena di damkar kota infonya punya cara atau alat untuk menangani bocornya itu," ungkap Bambang.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman turut melakukan pemantauan medis terhadap warga yang terdampak langsung di lokasi kejadian. Raditya Kusuma Tejamurti selaku Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Sleman mengonfirmasi bahwa seluruh warga yang mendapatkan pemeriksaan medis telah diizinkan kembali ke rumah masing-masing.
"Terdapat beberapa yang mengeluh sesak dan membutuhkan penanganan oksigen dengan saturasi awal kurang dari 95, setelah mendapatkan oksigenasi selama 30 menit keadaan membaik dan dipulangkan. Hingga saat ini sudah tidak ada pasien di posko," imbuhnya.
Guna memastikan keamanan area pabrik, Detasemen Gegana Satbrimob Polda DIY dikerahkan untuk melakukan sterilisasi dan pemeriksaan mendalam. Wakil Komandan Detasemen Gegana Brimob DIY, Kompol Edi Efiyanto, menyatakan pihaknya membagi personel ke dalam dua tim pemantauan.
"Ini penanganan kebocoran gas, cuma untuk kebocoran gasnya jenis apa baru kita teliti, baru kita tangani," jelas Edi ditemui di Pabrik Es Kristal, Sabtu (9/5).
Pemeriksaan teknis terus berlanjut untuk mengidentifikasi penyebab pasti kerusakan pada instalasi gas di pabrik tersebut. Hingga Sabtu pagi, situasi di sekitar lokasi dilaporkan mulai kondusif meski petugas masih melakukan penjagaan ketat.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·