Lagi Viral-Banyak Diburu, Ubi Cream Cheese Aman untuk Diet?

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Jakarta -

Ubi cream cheese belakangan jadi camilan viral di media sosial. Meski berbahan dasar ubi yang dikenal lebih sehat dibanding dessert lain, konsumsinya sebaiknya tetap perlu dibatasi agar asupan gula, lemak, dan kalorinya tidak berlebihan.

Dokter spesialis gizi klinik dr Tjandraningrum, SpGK mengatakan porsi ubi cream cheese yang masih tergolong wajar sekitar 100-150 gram ubi per sekali makan. Jumlah tersebut setara dengan porsi karbohidrat pengganti nasi.

"Porsi wajar sih sebenarnya ubi ini pengganti nasi. Jadi seporsi nasi sekitar 100-150 gram tergantung kebutuhan kalori total orang tersebut per hari," ujarnya, saat dihubungi detikcom, Kamis (14/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dibanding nasi putih, ubi juga mengandung serat lebih tinggi sehingga dapat membantu memberi rasa kenyang lebih lama. Namun manfaat tersebut bisa berkurang jika ditambahkan topping tinggi gula dan lemak secara berlebihan.

Sementara untuk penggunaan cream cheese, ia menyarankan jumlahnya tidak berlebihan karena kandungan lemak jenuhnya cukup tinggi.

"Kemudian untuk cream cheese-nya diusahakan jangan terlalu banyak, tipis saja. Mungkin sekitar 20 gram lah, 20-30 gram. Itu masih dalam batas wajar," katanya.

Dokter juga mengingatkan tambahan topping lain seperti susu kental manis, gula, atau butter dapat meningkatkan total kalori ubi cream cheese. Karena itu, konsumsi dessert ini sebaiknya tetap disesuaikan dengan kebutuhan kalori harian masing-masing.

Antrean dessert viral ubi cream cheeseAntrean dessert viral ubi cream cheese di sebuah supermarket. Foto: Aldrian/detikHealth

Selain itu, dr Tjandra juga mengingatkan beberapa kelompok orang perlu lebih berhati-hati saat mengonsumsi ubi cream cheese, terutama pengidap diabetes, hipertensi, stroke, hingga penyakit jantung.

"Kalau yang mengidap diabetes, stroke, hipertensi, atau penyakit jantung, sebaiknya penggunaan cream cheese ini dihindari atau dikurangi," ujarnya.

Menurutnya, ubi cream cheese sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering dan cukup sesekali saja agar asupan gula, lemak, dan kalorinya tetap terkontrol.

"Contohnya misalnya untuk ubi cream cheese ini bisa dikonsumsi seminggu sekali atau dua minggu sekali. Yang penting bisa merasakan tapi tidak merupakan rutinitas," pungkasnya.

Dokter mengingatkan makanan viral tetap perlu dikonsumsi dengan bijak. Meski berbahan dasar ubi yang bernilai gizi baik, tambahan topping tinggi gula dan lemak tetap dapat meningkatkan total kalori camilan tersebut.

Simak Video "Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?"
[Gambas:Video 20detik]
(fti/up)

Dessert Viral Ubi Cream Cheese

2 Konten

Desset kekinian ubi cream cheese lagi viral banget, banyak yang rela antre lama untuk mendapatkannya di supermarket. Dianggap lebih sehat dibanding dessert berbahan tepung, tapi apakah benar-benar aman untuk diet?