Viral Kena Kista Mengaku Doyan Seblak, Ini 5 Tips Aman Menikmati Jajanan

Sedang Trending 4 jam yang lalu
Jakarta -

Kasus viral seorang wanita asal Bekasi yang mengalami kista ovarium hingga harus menjalani operasi membuat banyak yang mulai memperhatikan kembali pola makan sehari-hari. Dalam pengakuannya, kebiasaan makan seblak, bakso, dan camilan pedas asin hampir setiap hari menjadi bagian dari pola hidup yang dijalani.

Kista ovarium sendiri tidak muncul hanya karena satu jenis makanan tertentu. Kondisi ini dipengaruhi banyak faktor mulai dari hormon, berat badan berlebih, stres, kurang aktivitas fisik, hingga pola makan yang buruk dalam jangka panjang.

Meski begitu, menjaga asupan makanan tetap seimbang dapat membantu menurunkan risiko gangguan metabolisme dan hormon yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi wanita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa saja yang bisa dilakukan terkait pola makan sehat agar dapat membantu mencegah timbulnya kista ovarium? Berikut di antaranya.

1. Kurangi Ultra-Processed Food dan Tinggi Natrium

Ultra-processed food (UPF) seperti seblak instan, bakso olahan, sosis, kerupuk, mi instan, hingga camilan asin umumnya tinggi natrium, lemak jenuh, dan kalori tetapi rendah serat. Jika terlalu sering dikonsumsi, pola makan seperti ini dapat memicu penumpukan lemak visceral dan mengganggu keseimbangan hormon tubuh.

Penelitian dalam BMC Public Health tahun 2025 menemukan konsumsi UPF berlebihan berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan reproduksi wanita dan infertilitas. Peneliti juga menyebut UPF dapat memicu gangguan metabolik, peradangan, hingga gangguan hormon reproduksi.

2. Perbanyak Sayur dan Makanan Tinggi Serat

Asupan serat membantu tubuh menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mendukung metabolisme hormon yang lebih sehat. Sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian juga membantu tubuh mengontrol berat badan sehingga risiko gangguan hormon dapat ditekan.

Selain membantu pencernaan, makanan tinggi serat juga berperan dalam membantu tubuh membuang kelebihan hormon estrogen yang sudah dalam bentuk inaktif melalui saluran pencernaan. Saat kadar hormon lebih seimbang, fungsi ovarium juga dapat bekerja lebih baik.

Penelitian dalam jurnal Nutrients tahun 2024 menemukan asupan serat yang cukup berkaitan dengan kesehatan metabolik yang lebih baik serta membantu menurunkan risiko gangguan hormon pada wanita usia produktif.

3. Pilih Sumber Protein yang Lebih Sehat

Protein adalah asupan wajib untuk tubuh, tetapi pilihan sumbernya juga perlu diperhatikan. Terlalu sering mengonsumsi sumber protein olahan seperti sosis, nugget, bakso instan, atau daging berlemak tinggi dapat meningkatkan asupan lemak jenuh dan natrium berlebihan.

Sebagai gantinya, pilih sumber protein yang lebih segar atau Real Protein seperti ikan, telur, tempe, tahu, ayam tanpa kulit, dan kacang kacangan. Pola makan minim UPF diketahui membantu menjaga metabolisme dan hormon tubuh tetap lebih stabil.

Penelitian dalam jurnal Journal of Women's Health tahun 2024 menemukan konsumsi UPF pada wanita usia reproduktif berkaitan dengan kondisi metabolik yang lebih buruk dan peningkatan risiko gangguan kesehatan.

4. Batasi Minuman Tinggi Gula

Minuman kekinian, soda, kopi dengan gula berlebihan, hingga teh manis dalam jumlah tinggi dapat membuat kadar gula darah naik dengan cepat. Jika berlangsung terus menerus, kondisi ini bisa memicu resistensi insulin yang berkaitan dengan gangguan hormon reproduksi wanita.

Saat kadar insulin dalam tubuh terus tinggi, produksi hormon androgen juga dapat ikut meningkat yang seharusnya diproduksi dalam jumlah sedikit pada wanita. Ketidakseimbangan hormon ini diketahui dapat mengganggu proses ovulasi dan berkaitan dengan munculnya gangguan pada ovarium, termasuk pembentukan kista pada sebagian wanita.

Penelitian dalam Journal of Translational Medicine tahun 2024 menemukan pola makan tinggi gula dan lemak dapat mengganggu fungsi reproduksi wanita dengan mengubah metabolisme dan fungsi ovarium.

5. Jangan Terlalu Sering Makan Tengah Malam

Kebiasaan makan atau ngemil larut malam membuat tubuh terus bekerja saat waktu istirahat. Kalori berlebih pada malam hari lebih mudah disimpan menjadi lemak, terutama saat tubuh jarang bergerak atau kurang aktivitas fisik.

Selain itu, makanan tinggi garam pada malam hari juga dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh dan gangguan metabolisme. Bila dikonsumsi terus menerus bersama makanan tinggi lemak, kondisi ini dapat memengaruhi keseimbangan hormon reproduksi wanita.

6. Jaga Berat Badan

Berat badan berlebih berkaitan erat dengan gangguan hormon reproduksi wanita. Lemak tubuh adalah bahan baku hormon estrogen. Saat jumlah lemak visceral meningkat, keseimbangan hormon dapat ikut terganggu dan memengaruhi fungsi ovarium.

Obesitas juga diketahui berkaitan dengan resistensi insulin dan peradangan kronis ringan dalam tubuh yang dapat mengganggu proses ovulasi. Kondisi inilah yang membuat risiko gangguan ovarium menjadi lebih tinggi pada sebagian wanita dengan berat badan berlebih.

Penelitian dalam Journal of Ovarian Research tahun 2024 menemukan indeks massa tubuh yang lebih tinggi berkaitan dengan gangguan cadangan ovarium dan fungsi reproduksi wanita.

Simak Video "Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?"
[Gambas:Video 20detik]
(mal/up)