Lakers Tertinggal 0&2 Usai Kalah dari Thunder di Semifinal Barat

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Los Angeles Lakers menelan kekalahan 107-125 dari Oklahoma City Thunder pada gim kedua semifinal Wilayah Barat di Paycom Center, Kamis malam, 7 Mei 2026 waktu setempat. Hasil ini membuat Lakers tertinggal 0-2 dalam seri tersebut meski Austin Reaves mencetak rekor poin tertinggi sepanjang karier pascamusimnya.

Kekecewaan tim tamu memuncak pada kuarter pertama saat pelatih kepala JJ Redick memprotes keras wasit Ben Taylor setelah menilai adanya pelanggaran terhadap Austin Reaves yang diabaikan. Redick akhirnya dijatuhi technical foul setelah berkonfrontasi langsung di hadapan ofisial pertandingan di tengah laju poin 10-0 milik Thunder.

Sebelum pertandingan, Redick sempat memberikan pujian sekaligus sindiran terhadap kemampuan bertahan lawan yang jarang dianggap melakukan pelanggaran oleh wasit.

"Mereka tidak melakukan pelanggaran, jadi peluit tidak akan ada di sana," ujar JJ Redick, Pelatih Kepala Lakers.

Ketegangan berlanjut ketika LeBron James dijatuhi foul ofensif saat menabrak Alex Caruso pada kuarter kedua, yang memicu protes keras dari sang bintang veteran. James yang mencatatkan sejarah sebagai pemain pertama dengan 300 pertandingan pascamusim tersebut sempat meminta Redick untuk melakukan tantangan pelatih (challenge), namun tidak terealisasi.

Redick kembali menegaskan rasa frustrasinya terhadap inkonsistensi keputusan pengadil lapangan yang ia rasakan sepanjang musim ini.

"Saya mendapat pengakuan dari mereka. Entah apa alasannya, dan Anda mungkin harus bertanya kepada 29 pelatih lainnya, tapi rasanya inkonsistensi malam ke malam dalam sebuah pertandingan telah ada pada sebagian besar kru ini," kata JJ Redick, Pelatih Kepala Lakers.

Mantan pelatih NBA Stan Van Gundy yang menjadi komentator turut menyoroti aksi pemain Thunder, Chet Holmgren, dalam satu insiden pelanggaran ofensif Deandre Ayton yang kemudian dibatalkan setelah tinjauan ulang.

"Aksi akting besar oleh Chet Holmgren. Karena bintang Thunder itu memegangi wajahnya padahal kontak sebenarnya dari Deandre Ayton tidak berada di dekat tenggorokan atau wajah di atas bahu," cetus Stan Van Gundy, Komentator.

Setelah pertandingan berakhir, Redick memberikan kritik tajam terhadap gaya bertahan Oklahoma City yang dianggapnya agresif namun tidak terpantau wasit secara adil.

"Mereka memiliki beberapa pemain yang melakukan pelanggaran pada setiap penguasaan bola. Mereka cukup sulit untuk dilawan. Anda harus bisa meniup peluit jika mereka melakukan pelanggaran. Dan mereka memang melakukan pelanggaran," tegas JJ Redick, Pelatih Kepala Lakers.

Austin Reaves yang mencetak 31 poin juga terlibat perselisihan dengan ofisial selama situasi jump-ball dan merasa diperlakukan tidak hormat.

"Saya merasa saya menghormati mereka semua sepanjang malam. Juta kali di masa lalu, saya telah mengatakan hal-hal yang jauh lebih buruk," ungkap Austin Reaves, Guard Lakers.

Reaves menyayangkan sikap wasit yang berteriak di depan wajahnya dan meyakini situasi akan berbeda jika ia yang melakukan tindakan tersebut lebih dulu.

"Dan ketika kami melakukan tip ball dan mereka bertukar tempat, saya ingin pindah ke sisi lain karena mereka punya pemain di sisi lain, hanya mencoba menjaga keuntungan. Dan dia berbalik dan berteriak di depan wajah saya. Saya hanya berpikir itu tidak sopan," tambah Austin Reaves, Guard Lakers.

Guard Lakers tersebut menilai wasit menyadari kesalahan posisinya sehingga tidak memberikan hukuman teknis atas protesnya.

"Saya mengatakan itu padanya. Saya tidak tidak sopan. Saya katakan padanya jika saya melakukan itu padanya lebih dulu, saya akan mendapat technical foul. Saya merasa satu-satunya alasan saya tidak mendapat technical foul adalah karena dia tahu dia salah. Saya hanya merasa tidak dihormati," tutup Austin Reaves, Guard Lakers.

Kekalahan ini membuat Lakers wajib memenangkan gim ketiga yang akan berlangsung di Los Angeles pada Sabtu malam mendatang untuk menjaga peluang di babak playoff.