Barcelona terancam kehilangan penyerang andalannya Lamine Yamal hingga akhir musim Liga Spanyol setelah sang pemain mengalami cedera hamstring serius. Insiden tersebut terjadi saat pertandingan antara Barcelona melawan Celta Vigo pada Kamis (23/4) dini hari WIB.
Sebagaimana dilansir dari Detik Sport, Yamal didiagnosis menderita cedera hamstring tingkat tiga yang melibatkan perobekan pada jaringan ototnya. Pemain berusia 18 tahun tersebut diperkirakan harus menepi dari lapangan hijau paling cepat selama lima pekan ke depan.
Masalah fisik ini muncul tidak lama setelah Yamal mencetak gol pembuka untuk Blaugrana melalui titik penalti pada menit ke-40. Akibat rasa sakit yang tidak tertahankan, pelatih Hansi Flick memutuskan untuk menariknya keluar dan memasukkan Roony Bardghji setelah jeda turun minum.
Kehilangan Yamal menjadi pukulan telak bagi skuat Catalan mengingat kontribusinya yang sangat masif sepanjang musim 2025/2026. Dari total 28 penampilan di kompetisi domestik, pemain bernomor punggung 19 tersebut telah membukukan 16 gol dan mencatatkan 12 assist.
Secara keseluruhan, Yamal memegang status sebagai pemain paling produktif di klub dengan koleksi 24 gol dari 45 pertandingan di berbagai ajang. Angka tersebut melampaui torehan Raphinha yang berada di posisi kedua pencetak gol terbanyak tim dengan total 19 gol.
Riwayat medis menunjukkan bahwa ini merupakan kendala fisik kelima bagi sang pemain di musim ini setelah sebelumnya absen empat kali karena cedera otot pangkal paha. Selama periode absennya Yamal sebelumnya, Barcelona mencatatkan rekor tiga kali menang dan satu kali kalah.
Kondisi ini memaksa Hansi Flick untuk segera mencari solusi taktis pada posisi penyerang sayap kanan guna mempertahankan perburuan gelar juara. Beberapa opsi yang tersedia bagi tim pelatih antara lain menurunkan Marcus Rashford, Roony Bardghji, atau menggeser posisi Dani Olmo.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·