Newcastle United Terpuruk di Peringkat 14 Usai Kalah dari Bournemouth

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Newcastle United terpuruk ke peringkat ke-14 klasemen sementara Premier League setelah menderita kekalahan 1-2 dari AFC Bournemouth pada Sabtu, 18 April 2026. Hasil buruk ini membuat posisi pelatih kepala Eddie Howe berada di bawah tekanan besar menyusul rentetan delapan kekalahan dalam 11 pertandingan liga terakhir.

Klub berjuluk The Magpies tersebut kini lebih dekat dengan zona degradasi dibandingkan zona Liga Champions, dengan hanya selisih dua poin di atas batas aman. Berdasarkan data klasemen tahun kalender 2026, Newcastle berada di posisi ke-17, mencerminkan penurunan drastis performa tim sepanjang tahun ini.

Kegagalan di liga domestik melengkapi penderitaan Newcastle setelah sebelumnya tersingkir dari kompetisi Eropa oleh Barcelona dengan skor agregat 7-2. Mereka juga telah kehilangan peluang di Piala FA dan Carabao Cup setelah dikalahkan oleh Manchester City.

Legenda klub Alan Shearer menyatakan keraguannya terhadap masa depan Howe di Tyneside melalui podcast The Rest is Football.

"Sejatinya ini sulit bagi Eddie, saya tidak tahu apa yang akan terjadi dengannya. Saya mendengarkan wawancara setelah kekalahan dari Bournemouth, saya melihatnya di pinggir lapangan, saya hanya berpikir, apakah dia ingin mencoba lagi? Apakah dia akan mendapat kesempatan untuk mencoba lagi?" ujar Alan Shearer, Legenda Newcastle United.

Shearer menambahkan bahwa meski ia ingin Howe bertahan, ia merasa semangat juang sang manajer mulai memudar.

"Jika semua hal sama, saya ingin dia tetap tinggal, tapi apakah dia merasa akan mendapat kesempatan? Apakah dia ingin melakukannya lagi? Apakah Newcastle United harus menjualnya? I tidak melihat Eddie Howe memimpin Newcastle musim depan, sayangnya. Saya melihat wawancaranya dan saya tidak yakin semangat juangnya masih ada." kata Alan Shearer, Legenda Newcastle United.

Merespons situasi tersebut, Howe mengakui bahwa rentetan hasil negatif ini tidak memadai bagi klub sebesar Newcastle.

"Saya sangat menyadari bahwa delapan kekalahan dari 11 pertandingan bukanlah hasil yang memadai." tutur Eddie Howe, Manajer Newcastle United.

Ia menegaskan bahwa masalah tim saat ini bersifat sistemik dan momentum tidak berpihak pada anak asuhnya.

"Memenangkan pertandingan adalah solusi yang sangat sederhana, tetapi sangat sulit untuk diwujudkan. Momentum tidak berpihak pada kami dan hal itu terasa pada momen-momen krusial dalam pertandingan. Dari sudut pandang kami, ada kekurangan aksi di depan gawang dan pertahanan kami jauh dari memadai. Kami belum berada di level yang seharusnya saat ini. Masalahnya bersifat sistemik. Saya mulai mengulang-ulang hal yang sama. Itu sangat membuat frustrasi." ungkap Eddie Howe, Manajer Newcastle United.

Terkait reaksi negatif dari tribun penonton di St James' Park, Howe mengaku bisa menerima kritik tersebut.

"[Ini] mengecewakan ketika Anda tidak memberikan hasil bagi para pendukung. Itu adalah kekecewaan terbesar ketika Anda merasa mengecewakan orang-orang yang datang ke sini dan mendukung kami. Jika mereka kritis terhadap kami, kami harus menerimanya karena itulah permainan yang kami jalani." kata Eddie Howe, Manajer Newcastle United.

Pelatih asal Inggris itu menyatakan motivasi internalnya tetap kuat untuk mengembangkan pemain meskipun hasil pertandingan sangat mengecewakan.

"Ada begitu banyak sorotan media terhadap klub ini karena basis penggemarnya sangat besar secara global, dan Anda memahami bahwa Anda berada di bisnis ini untuk menang. Saya memahami kekecewaan semua orang. Motivasi internal saya sendiri tidak pernah berubah terlepas dari hasilnya. Saya ingin membantu para pemain tumbuh dan berkembang serta berusaha membentuk tim pemenang." tambah Eddie Howe, Manajer Newcastle United.

Di tengah ketidakpastian ini, laporan Bola.com menyebutkan nama José Mourinho dan Roberto Mancini mulai masuk dalam radar manajemen sebagai kandidat pengganti. Selain itu, klub juga menghadapi potensi eksodus pemain kunci seperti Anthony Gordon dan Sandro Tonali pada bursa transfer mendatang.