Lazio Hadapi Krisis Kebugaran Pemain Menjelang Semifinal Coppa Italia

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Pelatih Lazio Maurizio Sarri mengonfirmasi krisis kebugaran yang melanda skuatnya menjelang laga leg kedua semifinal Coppa Italia melawan Atalanta pada Rabu, 22 April 2026. I Biancocelesti harus bertandang ke Stadion Gewiss, Bergamo, dengan beban akumulasi 52 kasus cedera sepanjang musim ini.

Pertandingan penentuan ini digelar setelah kedua tim bermain imbang 2-2 pada pertemuan pertama di Roma. Meski tekanan besar mengarah pada hasil laga ini, Sarri menolak narasi media yang menyebut pertandingan tersebut akan menentukan keberhasilan musim Lazio secara keseluruhan.

"Itu adalah definisi khas jurnalistik. Tidak ada satu pertandingan saja yang bisa menyelamatkan sebuah musim. Itu lebih merupakan pesan dari orang dalam atau perspektif media," ujar Sarri dalam konferensi pers yang dikutip dari La Lazio Siamo Noi.

Kekhawatiran utama tim medis saat ini tertuju pada Tijjani Noslin yang mengalami benturan ringan serta Daniel Maldini yang masih bergelut dengan masalah tendon kronis.

"Noslin keluar dari pertandingan melawan Napoli dengan beberapa masalah kecil. Kami akan melihat kondisinya besok. Maldini secara klinis sudah pulih tetapi memiliki tendinopati kronis. Hari ini peradangannya tampaknya berkurang, tetapi saya tidak tahu berapa lama ia bisa bermain," ungkap Sarri.

Sarri juga menjelaskan situasi beberapa pemain lain seperti Adam Marusic yang belum berlatih penuh, Nicolo Rovella yang masih menjaga kontak fisik pada bahu, hingga Toma Basic yang belum bugar sepenuhnya.

"Marusic baru berlatih sebagian dengan grup, ia sudah absen selama beberapa minggu. Kami akan mengujinya lagi. Rovella juga sudah diizinkan untuk melakukan sedikit kontak pada bahunya, dan Toma Basic masih berusaha kembali ke kondisi kebugaran idealnya setelah absen dua setengah bulan," tambah Sarri.

Selain masalah personel, juru taktik berusia 67 tahun tersebut meluruskan pandangan publik mengenai pola permainan timnya yang dianggap hanya mengandalkan serangan balik cepat saat mengalahkan Napoli.

"Kami telah berkembang pesat dalam penguasaan bola. Setelah (melawan) Napoli, kedengarannya seolah-olah kami hanya mencetak gol dari serangan balik, tetapi itu tidak benar. Gol pertama tercipta setelah satu menit penguasaan bola, dan gol kedua berawal dari membangun serangan dari belakang," tegas Sarri.

Mantan pelatih Chelsea ini menekankan bahwa meski enggan bermain dengan tempo lambat, pembangunan serangan Lazio kini jauh lebih terstruktur dan efektif menuju area pertahanan lawan.

"Terkadang narasi tidak sesuai dengan kenyataan. Kami tidak akan pernah menjadi tim yang berfokus pada pembangunan serangan yang lambat, tetapi kami telah berkembang. Penguasaan bola harus cepat dan segera diarahkan ke area pertahanan lawan," pungkas Sarri.