Roberto De Zerbi Targetkan Spurs Sapu Bersih Lima Laga Sisa

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Manajer Tottenham Hotspur Roberto De Zerbi menegaskan keyakinannya bahwa klub London Utara tersebut mampu lolos dari ancaman degradasi menjelang lima pertandingan terakhir Liga Inggris musim 2025/2026. Spurs saat ini tertahan di peringkat ke-18 klasemen sementara dengan raihan 31 poin dari 33 pertandingan yang telah dijalani.

Klub berjuluk The Lilywhites tersebut terpaut dua angka dari West Ham United yang berada di zona aman. Roberto De Zerbi menyatakan bahwa skuadnya masih memiliki kualitas dan waktu yang cukup untuk membalikkan keadaan di sisa kompetisi.

"Saya percaya kepada para pemain dan para pemain percaya kepada saya. Kami masih punya cukup waktu dan punya kualitas. Saya tidak mau tim berpikir negatif," kata De Zerbi, dilansir dari BBC.

Pelatih asal Italia itu menambahkan bahwa timnya memiliki ambisi besar untuk meraih poin maksimal di sisa jadwal yang ada.

"Kami punya kemampuan untuk menangi lima laga tersisa," sambung De Zerbi.

Pernyataan optimis manajer ini didukung oleh mantan pemain Tottenham, Michael Dawson. Dawson mengamati adanya peningkatan semangat juang tim sejak De Zerbi mengambil alih kursi kepelatihan meskipun kemenangan belum kunjung diraih.

"Saya melihat ada rasa lapar, kegigihan, dan komitmen. De Zerbi juga bersemangat di pinggir lapangan, kepercayaan diri tim sudah ada," jelas Dawson seperti dikutip dari sport.detik.com.

Namun, situasi di internal klub mendapat kritik tajam dari mantan lulusan akademi Spurs, Paul-Jose M’Poku. Ia menyoroti ketiadaan visi dan metodologi sepak bola yang jelas di Tottenham jika dibandingkan dengan klub besar lain seperti Arsenal atau Liverpool.

"Saya pikir setiap orang harus bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri. Dari luar, kami bahkan tidak tahu siapa yang harus disalahkan," ujar M’Poku dalam wawancara eksklusif bersama GOAL.

M’Poku menilai bahwa kepemimpinan Daniel Levy secara bisnis sangat stabil, namun ia mempertanyakan strategi teknis klub yang sering berganti seiring pergantian manajer.

"Saya pikir Daniel Levy telah melakukan pekerjaan yang hebat hingga saat ini, dan dalam hal bisnis, klub ini mungkin merupakan klub paling menguntungkan dan stabil secara finansial. Saya pikir dalam hal sepak bola, Spurs tidak pernah benar-benar memiliki visi atau metodologi," kata M’Poku.

Ia juga menambahkan pandangannya mengenai pola bongkar pasang pelatih yang terjadi di Tottenham Hotspur Stadium belakangan ini.

"Karena sekarang, yang saya lihat selama beberapa tahun terakhir, setiap manajer datang dengan ide mereka sendiri, lalu kami menerapkan ide mereka, kemudian mereka pergi, lalu orang lain datang, orang lain pergi. Saya pikir tidak ada strategi dan metodologi sepak bola yang sesungguhnya seperti yang dimiliki Arsenal, Ajax, atau Liverpool," papar M’Poku.

Meski mengkritik tajam, M'Poku tetap berharap mantan klubnya tersebut tidak terjerumus ke divisi Championship musim depan.

"Saya tidak berpikir mereka akan terjebak dan saya tidak berpikir mereka akan terdegradasi. Saya harap begitu," tutur M’Poku.

Tottenham dijadwalkan akan bertandang ke markas Wolves pada Sabtu mendatang. Pertandingan ini menjadi krusial bagi Spurs untuk mengakhiri rentetan 15 laga tanpa kemenangan di semua kompetisi.