TERJADI kebakaran dan ledakan di sebuah kapal berbendera Panama yang dioperasikan oleh perusahaan pelayaran Korea Selatan di Selat Hormuz pada Senin 4 Mei 2026, kata Kementerian Luar Negeri di Seoul seperti dilansir CNA.
Pemerintah sedang memeriksa informasi intelijen bahwa kapal tersebut, HMM Namu, mungkin telah diserang, lapor Yonhap News mengutip pejabat pemerintah.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dan pihak berwenang sedang menyelidiki penyebab kebakaran yang, menurut HMM, terjadi di ruang mesin kapal kargo berbendera Panama tersebut.
Dua puluh empat awak kapal, termasuk enam warga negara Korea, berada di atas kapal, kata perusahaan itu.
Militer AS mengatakan dua kapal perusak rudal berpemandu Angkatan Laut AS telah memasuki Teluk untuk menerobos blokade Iran. Mereka juga melaporkan bahwa dua kapal dagang AS telah melintasi Selat Hormuz, setelah Iran mengatakan telah mencegah kapal perang AS memasuki Teluk.
"Pemerintah kami akan berkomunikasi erat dengan negara-negara terkait mengenai masalah ini dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan kapal dan awak kapal kami di dalam Selat Hormuz," kata Kementerian Luar Negeri Korea Selatan dalam sebuah pernyataan.
Seoul mengatakan 26 kapal berbendera Korea Selatan terdampar di sana.
Ketegangan regional meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari yang menewaskan ribuan warga sipil dan pemimpin tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei. Serangan ini memicu pembalasan dari Teheran terhadap Israel, serta sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng. Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang ditentukan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·