Klub sepak bola Leeds United dilaporkan tengah mengincar gelandang muda Liverpool, Harvey Elliott, menjelang pembukaan bursa transfer musim panas 2026 setelah sang pemain melewati masa peminjaman yang mengecewakan di Aston Villa.
Dilansir dari Six Sports berdasarkan data FotMob, Elliott tercatat tampil kurang dari 300 menit di semua kompetisi sepanjang musim ini akibat pembatasan penampilan dari manajemen Aston Villa demi menghindari klausul pembelian permanen sebesar 35 juta poundsterling.
Rencana transfer ini mendapatkan perhatian khusus dari mantan kepala pemandu bakat Manchester United, Mick Brown, yang memberikan pandangannya mengenai ambisi klub tersebut melalui Football Insider.
"Leeds want to be ambitious in the transfer market." kata Brown.
Mantan pemandu bakat tersebut menilai bahwa kehadiran pemain berusia 23 tahun itu akan mampu meningkatkan kualitas tim secara signifikan, meskipun penempatan posisinya di lapangan masih memicu tanda tanya.
"Harvey Elliott is somebody who could really improve their team, he’s a quality player and would bring something different that they haven’t already got." ujar Brown.
Oleh karena itu, Brown menyarankan agar tim pelatih Leeds United bertindak jeli dalam menentukan posisi ideal bagi Elliott demi memaksimalkan potensi terbaik sang pemain.
"I would have to ask questions about what his best position is, will they play him in the middle or could he play out wide? That’s the issue he has." ucap Brown.
Menurutnya, fokus utama bagi Elliott setelah melewati periode sulit bersama Aston Villa adalah kembali mendapatkan kesempatan bertanding secara reguler setiap pekan.
"After everything that’s happened at Aston Villa, he has got to get back to playing regularly." kata Brown.
Kepastian mengenai menit bermain dinilai sangat krusial karena gelandang asal Inggris tersebut dilaporkan tidak masuk ke dalam rencana jangka panjang manajer Liverpool, Arne Slot.
"Wherever he goes next season, because he’s not going to be part of Liverpool’s plans, he needs assurances that he is going to play every week." tutur Brown.
Brown menganggap Stadion Elland Road dapat menjadi destinasi yang sangat tepat bagi Elliott untuk membangkitkan kembali kariernya yang sempat tertahan selama satu tahun.
"If Leeds can offer him that, it would be a very good destination for him to go an reignite his career because he’s wasted a year on loan at Aston Villa." ujar Brown.
Lebih lanjut, ia juga menyayangkan kesepakatan struktur kontrak peminjaman awal yang disetujui oleh pihak manajemen sejak awal musim, yang dampaknya juga sempat diprediksi oleh mantan CEO Aston Villa Keith Wyness akhir tahun lalu.
"It’s difficult to understand why they agreed to the deal in the first place, it really is terrible from them, but now the focus has to be on his next steps." kata Brown.
Tantangan lain bagi Leeds United dalam merekrut sang pemain adalah memori buruk Elliott yang pernah mengalami cedera pergelangan kaki parah di Elland Road pada tahun 2021, sebagaimana dilaporkan Empire of the Kop.
Di sisi lain, situasi rumit pembatasan menit bermain ini sempat memicu komentar singkat dari manajer Aston Villa, Unai Emery.
"embarrassing" kata Emery.
Sementara itu, manajer Liverpool Arne Slot mengonfirmasi bahwa sang gelandang akan tetap kembali ke Merseyside untuk mengikuti sesi pra-musim sebelum kompetisi 2026-2027 dimulai karena peminjaman yang tidak berjalan sesuai rencana.
"I think for him, for everyone, it didn’t work out as he wanted it, I assume he played more with us last season, and he went there for more time.." kata Slot.
Slot turut menyampaikan rasa simpatinya terhadap situasi Elliott yang kehilangan banyak kesempatan bertanding dalam dua tahun terakhir, padahal sang pemain memiliki kualitas yang baik.
"It’s always a pity if a player hardly plays for two years, let alone a player of that age that has shown during the U21 Euros that he’s such a good player." ucap Slot.
35 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·