Pariaman (ANTARA) - Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Gerindra Ade Rezki Pratama bersama Badan Gizi Nasional (BGN) meninjau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat guna memastikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat memenuhi standar yang telah ditetapkan.
"SPPG ini baru berjalan selama kurang lebih dua bulan sebagai bagian dari implementasi program Makan Bergizi Gratis," kata Ade Rezki Pratama saat peninjauan dapur MBG di Batang Anai, Kamis.
Ia mengatakan, MBG merupakan investasi jangka panjang pemerintah untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, serta ibu hamil dan menyusui yang dampaknya tidak dapat terlihat secara instan.
Karena tujuan dari program tersebut untuk pemenuhan gizi, lanjutnya maka pemerintah terus memantau bahan masakan yang digunakan, makanan dan pendistribusiannya, serta sarana dan prasarana di fasilitas SPPG.
Baca juga: Pemkab Bekasi bentuk satgas kecamatan perkuat kontrol Program MBG
Ia menyampaikan pemerintah terus memperbaiki SPPG dalam menjalankan salah satu program unggulan Presiden Prabowo tersebut sehingga dalam proses perjalanannya diperlukan masukan dari sejumlah pihak.
Oleh karena itu, kata dia pada saat peninjauan dapur MBG atau SPPG pihaknya melakukan diskusi mendalam dengan sejumlah pihak guna menjaring masukan terkait penyempurnaan dalam menjalan program tersebut.
"Harapan kita, cakupan penerima manfaat ini semakin luas di kemudian hari. Ini adalah langkah percepatan untuk menciptakan Generasi Emas 2045, di mana anak-anak kita bisa belajar dengan lebih tekun dan fokus karena kebutuhan gizinya terpenuhi," katanya.
Ade mengatakan meskipun dampak dari MBG untuk perbaikan gizi generasi bangsa tidak dapat terlihat secara instan namun program tersebut telah menimbulkan dampak positif untuk perekonomian masyarakat.
Baca juga: Pemkab Lampung Selatan hubungkan petani lokal dengan Program MBG
"Kami melihat bagaimana SPPG di sini mendapat respons yang sangat baik dari masyarakat sekitar. Saat ini, manfaat dari program makan bergizi gratis yang dilakukan oleh Badan Gizi Nasional sudah mulai dirasakan langsung," ujarnya.
Sementara itu, Tenaga Layanan Operasional Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi BGN Rahma Dewi Auliyasari memberikan catatan khusus terkait 'standar operasional prosedur' (SOP) di dapur SPPG di Batang Anai. Ia menekankan pentingnya menjaga aspek kebersihan, sanitasi, dan ketelitian dalam pengolahan makanan.
"Kami berharap SPPG khususnya Batang Anai tetap konsisten menjalankan SOP. Hal-hal detail seperti pemotongan sayur, pemisahan bahan mentah dan matang, hingga pengelolaan limbah harus diperhatikan secara kritis demi kualitas layanan," kata Rahma.
Selain aspek teknis dapur, pihak BGN juga mengingatkan pentingnya kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). SPPG yang belum melengkapi SLHS diminta segera mengurusnya guna menghindari risiko suspensi operasional jika sewaktu-waktu dilakukan inspeksi mendadak oleh tim terkait.
Baca juga: BGN: SPPG baru wajib uji coba layanan dan latih penjamah makanan
Pewarta: Rahmatul Laila
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
54 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·