Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi XI DPR RI M. Hasanuddin Wahid tidak mempermasalahkan TNI dilibatkan dalam pembekalan calon penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sepanjang tidak ada aturan yang dilanggar.
“Kalau melibatkan TNI sepanjang itu tidak melanggar aturan dan itu fungsi dan gunanya itu efektif untuk menaikkan patriotisme seluruh mahasiswa dan pelajar kita, menurut saya itu aman-aman saja,” Hasanuddin Wahid ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.
Menurut dia, salah satu nilai yang perlu ditanamkan kepada penerima beasiswa LPDP, khususnya untuk mereka yang akan melanjutkan studi ke luar negeri, ialah semangat cinta tanah air atau patriotisme.
Baca juga: TNI AU beri pelatihan kepada para penerima beasiswa LPDP
“Bagaimana nanti kalau dia jadi mahasiswa, jadi pelajar di luar negeri tetap membawa nilai-nilai patriotisme, cinta NKRI dalam kehidupan mereka sehari-hari di luar negeri,” ucap dia.
Maka dari itu, selama kegiatan tersebut ditopang dengan latar belakang yang rasional dan tujuan jelas serta tidak melanggar peraturan, Hasanuddin menilai tidak ada persoalan berarti.
Legislator yang membidangi urusan keuangan dan perencanaan pembangunan nasional ini juga menilai bahwa pelibatan TNI dalam pembekalan LPDP tidak akan mengambil anggaran yang banyak.
“Untuk sebuah menciptakan cinta tanah air dan bangsa, keluar anggaran saya pikir wajarlah karena tujuannya jelas, kan, untuk meningkatkan patriotisme. Kecuali ini kegiatan yang hura-hura, tidak efektif, hanya untuk ego sektoral satu-dua lembaga, itu baru kita pertimbangkan,” tuturnya.
Sementara itu, TNI Angkatan Udara memberikan pelatihan kepada calon penerima beasiswa LPDP di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Senin ini.
Baca juga: Gandeng LPDP Pusat, DKI matangkan program LPDP khusus Jakarta
Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan pelatihan ini dilakukan untuk memperkuat jiwa nasionalisme, mental, dan kedisiplinan para penerima LPDP.
"Program tersebut diikuti oleh calon penerima beasiswa dan penerima beasiswa LPDP jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3), baik untuk studi dalam maupun luar negeri, sebagai bagian dari pembekalan sebelum memasuki masa studi," kata I Nyoman kepada ANTARA.
Program pelatihan ini digelar sejak Senin hingga Sabtu (9/5) mendatang. Selama pelatihan tersebut, TNI AU memberikan materi yang berkaitan dengan penguatan kesiapan mental, kedisiplinan, kepemimpinan, cinta tanah air, serta pembentukan karakter.
“Pemberi materi berasal dari berbagai instansi pemerintahan termasuk personel Lanud Halim diminta untuk mengisi sesuai permintaan,” jelas I Nyoman.
Dengan adanya pelatihan ini, TNI AU berharap para penerima beasiswa LPDP memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi sehingga ilmu yang mereka dapat bisa digunakan untuk kemajuan negara.
Baca juga: Pemerintah kucurkan Rp57 miliar untuk danai 122 program riset kampus
Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·