Leonardo Bonucci Dorong Pep Guardiola Latih Tim Nasional Italia

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Mantan kapten Juventus Leonardo Bonucci mengusulkan penunjukan Pep Guardiola sebagai pelatih tim nasional Italia dalam ajang Laureus World Sports Awards di Madrid pada Selasa, 21 April 2026. Langkah ambisius ini disuarakan menyusul kegagalan Gli Azzurri lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Kegagalan Italia melaju ke putaran final Piala Dunia 2018, 2022, dan 2026 memicu sorotan tajam pada sistem pengembangan pemain muda hingga kompetensi pelatih. Bonucci menilai tim nasional membutuhkan sosok dengan rekam jejak mentereng untuk melakukan pemulihan total dari sektor pertahanan hingga lini depan.

Mantan bek yang mengoleksi 121 penampilan bersama timnas ini melihat filosofi permainan Guardiola sebagai kunci modernisasi sepak bola Italia. Meskipun menyadari tingkat kesulitan perekrutan tersebut, ia meyakini perubahan drastis sangat diperlukan bagi masa depan tim.

"Jika boleh berharap, saya akan mau Italia dilatih Pep Guardiola. Kedatangannya, bakal membuat perubahan drastis di dalam tim," tegas Bonucci dilansir dari Marca.

Pria yang pensiun pada 2024 tersebut menambahkan bahwa meskipun sulit untuk mendatangkan manajer Manchester City itu, harapan tetap harus disuarakan demi kebaikan tim nasional.

"Saya tahu itu akan sangat sulit. Tapi yang namanya mimpi, boleh-boleh saja bukan?" sambung Bonucci.

Bonucci berpendapat bahwa persoalan Italia saat ini sudah mengakar sangat dalam sehingga membutuhkan perombakan sistem secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya membangun kembali reputasi Italia sebagai tim besar dunia melalui pendekatan taktis yang lebih segar.

"Yang terpenting adalah membangun kembali sepak bola Italia dari nol, dimulai dari lini pertahanan," kata Bonucci seperti dikutip Foot Mercato.

Ia juga menyoroti keberadaan pemain muda berbakat di Italia yang memerlukan bimbingan tepat agar bisa berkembang maksimal di level internasional.

"Ada banyak pemain muda berbakat; kita harus memberi mereka waktu untuk berkembang dan maju," jelas Bonucci.

Terkait pilihan pelatih, ia menegaskan bahwa jika federasi menginginkan transformasi total, maka sosok manajer asal Spanyol tersebut adalah jawaban yang paling tepat.

"Waktu adalah satu-satunya solusi ajaib, dan jika perubahan radikal diinginkan, Pep adalah orang yang tepat untuk tugas ini. Ini sulit, tapi bermimpi itu gratis," ujar Bonucci.

Di sisi lain, Bonucci membeberkan bahwa dirinya melihat peluang besar bagi transformasi Italia jika berkaca pada rumor-rumor yang berkembang belakangan ini di media olahraga.

“Mengikuti daftar nama yang muncul beberapa hari terakhir, jika ada keinginan nyata untuk memulai kembali, saya akan memilih kemungkinan yang dirumorkan menghadirkan Pep Guardiola, karena mendatangkannya berarti melakukan perubahan drastis dari masa lalu," kata Bonucci dikutip dari Gazzetta.

Ia kembali menegaskan bahwa mimpi besar tersebut tetap layak diperjuangkan meski banyak pihak meragukan kepindahan sang manajer ke level internasional.

“Saya pikir itu sangat sulit, tetapi bermimpi tidak membutuhkan biaya apa pun," ujarnya.

Saat ini, Bonucci masih menjabat di struktur teknis federasi sepak bola Italia (FIGC) untuk membantu pemantauan pemain muda. Ia mengonfirmasi tugasnya tetap berlanjut meskipun jajaran staf kepelatihan sebelumnya telah mengundurkan diri.

“Saya diminta tetap bertahan untuk menghubungkan bagian pemantauan pemain muda yang bisa dipanggil untuk pertandingan Juni,” kata Bonucci.

Guardiola sendiri pernah menyatakan rencananya untuk berhenti sejenak dari dunia kepelatihan setelah masa baktinya di Manchester City berakhir pada 2027 atau kemungkinan lebih awal di musim panas 2026.

"Saya ingin orang-orang mengenang saya sesuka mereka. Setelah kontrak saya di City, saya akan berhenti. Pasti. Saya tak tahu apakah akan pensiun, tapi saya akan beristirahat," ungkap Guardiola pada Mei 2025 lalu.

Situasi kepemimpinan Timnas Italia saat ini masih dalam masa transisi karena pemilihan Presiden FIGC baru dijadwalkan pada 22 Juni 2026. Untuk sementara, pelatih tim U21 Silvio Baldini akan menangani pertandingan persahabatan melawan Yunani dan Luksemburg pada awal Juni mendatang.