Pelatih Flamengo Leonardo Jardim menanggapi tudingan agresi pemainnya dalam kemenangan 2-1 atas Vitória pada laga Copa do Brasil di Stadion Maracanã, Rabu, 22 April 2026. Jardim menilai dua insiden fisik yang dipermasalahkan tim tamu merupakan bagian dari perebutan posisi dalam pertandingan sepak bola.
Dua momen kontroversial tersebut melibatkan Luiz Araújo dengan bek Vitória, Ramon, pada menit kedua, serta insiden antara Saúl dan Caique menjelang akhir laga. Pihak Vitória melayangkan protes keras dan mengklaim bahwa kedua pemain Flamengo tersebut layak dijatuhi hukuman kartu merah.
Dalam sesi konferensi pers usai pertandingan, Jardim memberikan pembelaan terkait aksi para anak asuhnya. Arsitek tim asal Portugal tersebut menegaskan tidak ada niat sengaja untuk melukai lawan dalam kejadian tersebut.
"Foram aqueles tipos de lance por posição, um deles eu estava mais perto e outro mais longe, mas parecem lances de posição. Quando o adversário vai passar à frente e abre o braço, lances de futebol. Não é uma cotovelada que dá no outro, é um lance de futebol. Os jogadores perdem a posição, vêem o adversário passar e abrem o braço para bloquear, não para agredir" ujar Jardim, pelatih Flamengo.
Meski membela aksi pemainnya sebagai dinamika lapangan, Jardim mengingatkan skuadnya untuk tetap waspada secara mental. Hal ini ditekankan guna mencegah potensi kerugian tim akibat sanksi disiplin di masa mendatang.
Pertandingan itu sendiri berakhir dengan keunggulan tipis bagi tuan rumah lewat gol Evertton Araújo, Erick, dan Pedro. Kemenangan ini memberikan modal berharga bagi Flamengo yang hanya membutuhkan hasil imbang pada laga leg kedua di Stadion Barradão, Salvador, yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Mei 2026.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·