India Basketball League (IBL) resmi diperkenalkan sebagai liga bola basket profesional pertama di India yang memprioritaskan pembangunan ekosistem berkelanjutan bagi para atlet muda. Organisasi ini menegaskan tidak akan meniru model bisnis liga kriket IPL guna menciptakan identitas unik dalam industri olahraga nasional.
Diluncurkan pada 2025 dan dijadwalkan memulai kompetisi pada awal 2027, IBL berfokus pada budaya perkotaan yang cepat dan global. Liga ini dibentuk melalui kerja sama antara ACG Sports dan Federasi Bola Basket India untuk menyediakan jalur karier profesional yang selama ini terputus bagi lulusan sekolah.
Komisaris Liga, Jeremy Loeliger, menegaskan bahwa mencoba berkompetisi secara langsung dengan dominasi IPL adalah sebuah kesalahan strategi yang besar bagi perkembangan basket. Pihak liga lebih memilih untuk memosisikan basket sebagai olahraga berenergi tinggi yang cocok dengan gaya hidup modern.
"If we tried to become another IPL, we would fail," ujar Jeremy Loeliger, Komisaris IBL.
Loeliger menambahkan bahwa karakteristik bola basket yang dinamis sebenarnya sudah menyerupai elemen yang coba direplikasi oleh kriket format T20. Basket dinilai memiliki keunggulan alami karena sudah didukung oleh ekosistem global yang kuat dan minat penonton muda yang tinggi melalui platform media sosial.
"Basketball is already the kind of fast-paced, high-energy sport that T20 cricket was designed to replicate," kata Jeremy Loeliger, Komisaris IBL.
Transformasi ini didukung dengan peluncuran pusat performa tinggi residensial yang melibatkan pelatih dari Amerika Serikat dan Australia. Selain aspek teknis di lapangan, para pemain juga mendapatkan pelatihan nutrisi, kesehatan mental, hingga keseimbangan akademik demi menjamin masa depan mereka.
"We want players who grew up within the system to feel they can make a real career from basketball," tutur Jeremy Loeliger, Komisaris IBL.
Struktur rekrutmen pemain dalam IBL direncanakan menggunakan sistem draft untuk menjaga keseimbangan kekuatan antartim, alih-alih sistem lelang yang mengandalkan kekuatan finansial. Rencana operasional awal akan menggunakan model karavan sebelum beralih ke format kandang-tandang setelah infrastruktur stadion dalam ruangan di berbagai kota memadai.
"Trying to replicate the IPL exactly would be a mistake because we are not cricket," papar Jeremy Loeliger, Komisaris IBL.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·