Linktown resmikan kantor cabang Semarang, bidik penjualan Rp500 miliar per tahun

Sedang Trending 53 menit yang lalu

Jakarta (ANTARA) Linktown resmi memperluas jaringan bisnisnya dengan membuka kantor cabang baru di Semarang, Jawa Tengah, yang menjadi langkah strategis Linktown dalam memperkuat penetrasi pasar properti di wilayah Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang).

Peresmian kantor cabang Linktown Semarang dilakukan pada Jumat (22/5) dan dihadiri langsung oleh Co-Founder Linktown, Abel Andy Kurniajaya dan Deryan Nataniel. Turut hadir dalam seremoni tersebut VP Linktown Solution Jonathan Wijaya, Head of Region 7 Semarang Marlina Hadi, serta Regional Business Manager Linktown Solutions Mega Siskawangi.

Kantor Semarang menjadi kantor cabang ke-8 Linktown secara nasional sekaligus kantor pertama perusahaan di wilayah Jawa Tengah. Sebelumnya, Linktown telah memiliki homebase operasional di Bekasi, BSD, Kota Wisata, Surabaya, By Walk, Bandung, dan Bali.

Co-Founder Linktown Abel Andy Kurniajaya mengatakan, ekspansi ke Semarang didorong oleh tingginya permintaan pasar properti di Jawa Tengah, khususnya di Semarang, Solo, dan Yogyakarta. Selain itu, semakin banyak pengembang yang bekerja sama secara eksklusif dengan Linktown turut memperkuat keyakinan Linktown untuk memperluas jaringan bisnis di wilayah tersebut.

“Semarang merupakan salah satu kota dengan perkembangan yang sangat pesat. Kota ini ditunjang oleh infrastruktur yang lengkap mulai dari pelabuhan, bandara, hingga jaringan jalan tol yang terintegrasi di Pulau Jawa. Kami melihat potensi besar untuk pertumbuhan transaksi properti di wilayah ini,” ujar Abel.

Sebelum membuka kantor fisik di Semarang, Linktown diketahui telah memulai aktivitas bisnis secara online sejak 2025. Dari lini bisnis take over pinjaman dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), perusahaan berhasil membukukan transaksi senilai Rp28,5 miliar dari 18 transaksi.

“Kehadiran kantor cabang fisik diharapkan mampu menjembatani kebutuhan tim sekaligus meningkatkan fokus perusahaan dalam penjualan properti primary maupun secondary,” jelasnya.

Dari sisi makroekonomi, Deryan Nataniel menilai, Semarang memiliki fundamental pasar yang kuat. Pertumbuhan ekonomi kota ini tercatat mencapai 6,49 persen pada 2025 dan menjadikannya sebagai salah satu pusat bisnis utama di Jawa Tengah.

“Selain didukung pertumbuhan developer lokal, tingginya aktivitas ekonomi dan kepadatan penduduk turut menjadi faktor pendorong permintaan properti,” tuturnya.

Dalam strategi pemasarannya, Linktown tetap mengandalkan kekuatan digital marketing sebagai ujung tombak penjualan. Strategi tersebut dinilai berhasil diterapkan di berbagai kota besar sebelumnya dan kini akan diperluas untuk menjangkau pasar Jawa Tengah secara lebih agresif.

“Kami percaya strategi digital marketing yang selama ini menjadi kekuatan Linktown dapat menjawab kebutuhan pasar properti di Semarang, Solo, dan Yogyakarta,” kata Deryan.

Dari sisi sumber daya manusia, perkembangan tim Linktown Semarang juga menunjukkan pertumbuhan signifikan.

“Jika pada akhir tahun lalu jumlah agen masih kurang dari lima orang, kini jumlahnya telah berkembang menjadi lebih dari 20 agen dan diproyeksikan terus bertambah seiring ekspansi bisnis perusahaan,” terang Deryan.

Sementara itu, VP Linktown Solution Jonathan Wijaya mengungkapkan, melalui pembukaan kantor cabang Semarang, Linktown menargetkan dapat menguasai pasar properti Jawa Tengah. Posisi Semarang sebagai pusat ekonomi provinsi dinilai strategis karena memiliki konektivitas kuat dengan Solo dan Yogyakarta.

“Kantor cabang Semarang nantinya akan difungsikan sebagai hub operasional untuk berbagai aktivitas bisnis, mulai dari akuisisi proyek developer lokal, rekrutmen agen properti regional, penjualan properti primary dan secondary, hingga pengembangan database buyer di Jawa Tengah,” katanya.

Secara nasional, Linktown menargetkan total penjualan sebesar Rp3,5 triliun pada 2026, setelah sebelumnya berhasil membukukan penjualan Rp3,1 triliun pada 2025. Wilayah Joglosemar diproyeksikan menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru perusahaan dengan target kontribusi sebesar 5–10 persen terhadap revenue nasional dalam satu tahun ke depan.

Dari ekspansi di Jawa Tengah tersebut, Linktown membidik potensi penjualan sebesar Rp300 miliar hingga Rp500 miliar per tahun.

“Selain Semarang, perusahaan juga telah membuka kantor cabang baru di Bali pada April 2026 sebagai bagian dari strategi ekspansi nasional yang terus berlanjut,” pungkasnya.

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.