Liverpool Bidik Yan Diomande untuk Perkuat Sektor Kiri Penyerangan

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Sektor penyerangan sayap kiri menjadi fokus pembenahan Liverpool untuk menghadapi musim kompetisi mendatang. Seperti dilansir dari Detik Sport, klub berjuluk The Reds tersebut kini menjadikan pemain sayap RB Leipzig, Yan Diomande, sebagai buruan utama pada bursa transfer musim panas.

Kebutuhan Liverpool akan penyerang sayap baru meningkat setelah tim mengalami penurunan performa akibat absennya Luis Diaz. Yan Diomande dinilai menjadi sosok yang tepat karena memiliki kecepatan tinggi dalam menyisir sisi kiri lapangan dan mempunyai gaya bermain yang mirip dengan Diaz.

Meskipun demikian, upaya raksasa Liga Inggris ini untuk mendatangkan sang pemain dipastikan tidak akan mudah. Dana besar harus disiapkan karena RB Leipzig mematok harga pelepasan yang cukup tinggi bagi pemain andalan mereka tersebut.

Berdasarkan laporan The Athletic, RB Leipzig membanderol Yan Diomande dengan nilai mencapai 100 juta euro. Pihak klub Jerman itu hanya bersedia melepas sang winger pada angka tersebut lantaran mereka sebenarnya masih ingin mempertahankan sang pemain.

RB Leipzig membutuhkan komposisi skuad terbaiknya karena mereka dipastikan tampil di Liga Champions musim depan. Selain kendala harga, Liverpool juga harus bersaing dengan Paris Saint-Germain yang dilaporkan memiliki ketertarikan serupa terhadap Diomande.

Performa Yan Diomande sepanjang musim ini terbilang impresif dengan mengemas 13 gol dan 10 assist dari 36 laga di semua kompetisi. Keputusan kini berada di tangan Diomande untuk menentukan pilihan antara bergabung dengan Liverpool atau Paris Saint-Germain.

Langkah transfer ini menjadi sorotan setelah performa Liverpool merosot pada musim ini. Padahal, manajemen klub telah membelanjakan dana lebih dari 400 paun untuk merekrut beberapa pemain baru pada musim panas lalu.

Di antara deretan pemain baru tersebut, hanya Hugo Ekitike yang dinilai mampu menunjukkan performa apik di lapangan. Sementara itu, rekrutan lainnya dinilai tampil kurang optimal dan lebih sering menepi akibat mengalami cedera.

Manajemen Liverpool juga mendapat kritik karena dianggap kurang cermat dalam membelanjakan anggaran transfer. Klub dinilai melewatkan perbaikan pada dua posisi krusial, yaitu sektor gelandang bertahan dan posisi penyerang sayap kiri.