Persiapan Piala Dunia 2026 Memerlukan Biaya Renovasi Stadion Rp35 Triliun

Sedang Trending 30 menit yang lalu

Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni 2026 memicu perombakan infrastruktur besar-besaran demi memenuhi standar regulasi Federasi Sepak Bola Internasional.

Turnamen edisi ke-23 ini mencatatkan sejarah baru dengan lonjakan jumlah peserta menjadi 48 negara yang akan bertanding dalam 104 pertandingan di 16 stadion berbeda.

Data dari The Global Statistics menunjukkan bahwa total anggaran yang dikucurkan untuk memodifikasi seluruh arena tersebut menembus angka sekitar dua miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp35 triliun.

Proses pengerjaan yang diinisiasi sejak tahun 2022 ini tergolong rumit karena mencakup perubahan total dari rumput artifisial ke rumput alami serta pembongkaran tribune pada stadion-stadion National Football League di Amerika Serikat.

Sistem pencahayaan khusus berupa dioda pemancar cahaya juga dipasang untuk merawat rumput pada empat stadion yang memiliki struktur atap tertutup atau berkubah.

Peningkatan mutu lapangan ini melibatkan sejumlah akademisi dari Michigan State University dan University of Tennessee guna memastikan kualitas pantulan bola dan ketahanan rumput.

Para ahli menggunakan kombinasi rumput bermuda untuk wilayah beriklim hangat, serta campuran kentucky bluegrass dan perennial ryegrass untuk area beriklim dingin.

"Kami memakai 84 persen kentucky bluegrass dan 16 persen perennial ryegrass. Setelah penanaman empat bulan, perpaduan itu lebih kuat dibandingkan hanya kentucky bluegrass," sebut John Sorochan, John N Trey Rogers, Jackie Lyn A Guevara, dan Ryan Bearss dalam artikel ilmiah yang dipublikasikan phys.org.

Tim peneliti tersebut tercatat telah melaksanakan 170 kali uji coba laboratorium sebelum mengaplikasikan hasil riset ke lapangan utama pertandingan.

Selain masalah rumput, penyelenggara harus mengubah ukuran lapangan NFL yang semula 109,75 meter x 48,8 meter menjadi standar sepak bola FIFA yakni 105 meter x 68 meter.

Konstruksi ini berdampak pada pemotongan kapasitas penonton, seperti penghapusan 400 kursi di Stadion SoFi dan 1.740 kursi di Stadion MetLife menurut laporan NBC Los Angeles dan The Guardian.

Regulasi ketat FIFA juga mewajibkan sterilisasi komersial dengan menutupi seluruh identitas sponsor non-mitra dan mengubah nama stadion menjadi sebutan geografis netral.

Di sisi lain, perhelatan akbar empat tahunan ini diproyeksikan mampu memberikan dampak positif yang masif bagi sektor perekonomian dengan estimasi perputaran uang mencapai US$41 miliar atau berkisar Rp656 triliun.