Logistik Lebih Efisien, Kereta Api Perkuat Daya Saing Ekonomi Nasional

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Dalam satu dekade, angkutan barang KAI tumbuh 74,2% dan menunjukkan penguatan distribusi berbasis rel secara nasional

Jakarta (ANTARA) - Pergerakan logistik berperan langsung terhadap stabilitas harga dan kelancaran aktivitas ekonomi. Kebutuhan distribusi yang terus meningkat mendorong penggunaan moda dengan kapasitas besar dan jadwal yang terukur agar aliran logistik antarwilayah tetap terjaga.

Sepanjang Triwulan I 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melayani angkutan barang sebesar 14.948.442 ton. Volume ini menunjukkan pergerakan distribusi dalam skala nasional yang terus berlangsung, sekaligus memperlihatkan peran kereta api dalam menghubungkan kawasan produksi dengan pusat konsumsi.

Dalam rentan waktu panjang, tren pertumbuhan juga terlihat konsisten. Dalam satu dekade terakhir, angkutan barang KAI meningkat sebesar 74,2%, dari 40.060.714 ton pada 2017 menjadi 69.791.691 ton pada 2025. Peningkatan ini menunjukkan kebutuhan distribusi berbasis rel yang terus berkembang seiring aktivitas ekonomi nasional.

Dari sisi kapasitas, efisiensi angkutan berbasis rel terlihat pada skala angkut yang besar. Satu rangkaian kereta angkutan batu bara di Sumatera bagian selatan misalnya dapat membawa hingga 3.000 ton dalam satu perjalanan. Jika dibandingkan dengan angkutan jalan raya, volume tersebut setara dengan sekitar 120 truk. Perbandingan ini menunjukkan peluang pengurangan kepadatan lalu lintas sekaligus menekan beban infrastruktur jalan.

Kapasitas angkut juga ditopang oleh kemampuan gerbong yang mencapai sekitar 50 ton dan terus dikembangkan hingga 70 ton per gerbong. Dalam satu rangkaian hingga puluhan gerbong, kapasitas angkut dapat mencapai 4.200 ton dalam satu perjalanan. Skala ini memungkinkan distribusi dalam jumlah besar dilakukan secara lebih efisien.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa peningkatan volume angkutan barang menunjukkan kebutuhan penguatan sistem logistik berbasis rel.

“Pertumbuhan angkutan barang yang konsisten menunjukkan adanya kebutuhan distribusi dalam skala besar dengan kepastian waktu. Hal ini menjadi dasar penting untuk mendorong pengembangan infrastruktur perkeretaapian yang lebih luas dan terintegrasi,” ujar Anne.

Kondisi ini relevan dengan struktur biaya logistik nasional. Saat ini, biaya logistik Indonesia berada di kisaran 15% hingga di atas 20% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sementara standar global berada di kisaran 7–8%. Selisih ini menunjukkan ruang efisiensi yang dapat dicapai melalui penguatan sistem transportasi berbasis rel.

Sekitar 60% aktivitas logistik nasional berada di Pulau Jawa dengan nilai biaya logistik yang diperkirakan mencapai Rp2.400–2.500 triliun per tahun. Penguatan infrastruktur perkeretaapian pada wilayah dengan pergerakan tinggi menjadi salah satu langkah yang dapat mendorong efisiensi distribusi dalam skala besar.

Kinerja operasional turut memperkuat sistem distribusi tersebut. Pada Triwulan I 2026, ketepatan waktu angkutan barang tercatat sebesar 95,97% untuk keberangkatan dan 91,77% untuk kedatangan. Data ini menunjukkan bahwa distribusi berbasis rel memiliki pola operasi yang terukur dan dapat diandalkan.

Anne menambahkan bahwa penguatan infrastruktur perkeretaapian akan memberikan dampak langsung terhadap distribusi barang di berbagai wilayah.

“Pengembangan jaringan dan peningkatan kapasitas angkutan berbasis rel akan membuka peluang distribusi yang lebih merata. Hal ini akan mendukung kelancaran pasokan dan berkontribusi pada stabilitas harga di masyarakat,” lanjut Anne.

Dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat dan kapasitas angkut yang besar, penguatan infrastruktur perkeretaapian menjadi langkah strategis dalam membangun sistem logistik nasional yang lebih efisien.

“Arah ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas distribusi, menekan biaya logistik, serta mendukung daya saing ekonomi Indonesia,” tutup Anne.

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.