Lorenzo Musetti Menang Dramatis dan Lolos ke Delapan Besar Roma Open

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Petenis Italia Lorenzo Musetti berhasil mengamankan tiket babak delapan besar turnamen Internazionali BNL d'Italia setelah menaklukkan Francisco Cerundolo dalam pertandingan yang emosional di Roma, Minggu, 10 Mei 2026. Kemenangan ini diraih Musetti di tengah perjuangan melawan kondisi fisik yang tidak bugar sepenuhnya.

Musetti menunjukkan kegigihan luar biasa dengan memenangkan pertandingan dalam dua set langsung meskipun sempat meragukan kesiapan fisiknya sebelum turun ke lapangan. Selepas pertandingan, atlet tuan rumah tersebut tidak mampu membendung air mata di hadapan publik pendukungnya sendiri.

"È stata una partita difficile. Stamattina avevo dei dubbi se scendere in campo o meno perché la condizione fisica è quella che è. Ho scavato dentro per cercare di vincere questo match" kata Lorenzo Musetti.

Kemenangan atas petenis Argentina tersebut menjadi titik balik penting bagi Musetti setelah pada beberapa pertemuan sebelumnya ia selalu kesulitan menghadapi gaya permainan Cerundolo. Keberhasilan ini sekaligus meredakan tekanan emosional yang ia rasakan selama jalannya kompetisi.

"Ma voglio tranquillizzare tutti sono lacrime di gioia" ujar Lorenzo Musetti.

Musetti mengakui bahwa ia harus mengandalkan kekuatan lengan karena kondisi kakinya yang sudah sangat kelelahan di akhir pertandingan. Ia kini fokus pada proses pemulihan sebelum menghadapi tantangan berat berikutnya melawan petenis asal Norwegia, Casper Ruud.

"La partita è stata molto sofferta, specialmente su questa superficie e negli ultimi due incontri avevo faticato molto con Cerundolo. Oggi sono riuscito a metterlo in una situazione di svantaggio. Ho giocato solo di braccio perché le gambe erano finite. Ora devo pensare a recuperare per la prossima partita" kata Lorenzo Musetti.

Dalam konferensi pers, Musetti juga menanggapi dominasi Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz di sirkuit tenis dunia saat ini. Ia memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian rekan senegaranya tersebut yang dinilai berada di level yang berbeda dibandingkan petenis lainnya.

"Jannik, vincendo 5 Masters 100 di fila, ha dimostrato di essere nettamente il migliore al mondo in questo momento. Alcaraz ha iniziato vincendo l'unico Slam che gli mancava. In questo momento nessuno, anche il miglior Zverev che considero il più vicino, è al loro livello. Jannik è 2 o 3 passi avanti a tutti. Speriamo di avvicinarci al resto" ujar Lorenzo Musetti.

Terkait kemenangannya atas Cerundolo, Musetti berharap momentum ini menjadi titik awal bagi kebangkitan performanya. Ia menyebut pertandingan mendatang melawan Ruud akan menjadi ujian kapabilitas yang sesungguhnya di hadapan pendukung sendiri.

"a vincere in due set contro un avversario molto difficile. Questo mi deve far capire che posso dire la mia e speriamo sia un punto di partenza. La prossima partita (contro Ruud, ndr) sarà un'altra sfida contro un avversario molto capace" tutur Lorenzo Musetti.

Mengenai kondisi medisnya, Musetti mengungkapkan bahwa ia merasakan stres emosional dan ketegangan yang berdampak pada fisiknya. Jika bukan karena bermain di turnamen bergengsi ini, ia mungkin akan memilih untuk mengundurkan diri demi keselamatan fisiknya.

"sentirmi al 100%, non sentendomi al meglio magari in un altro torneo non avrei preso rischi e non sarei sceso in campo. Non so cosa sia, vivo alla giornata e oggi era non lo stesso dolore della fasciatura. Era più legato alla tensione e all'avere tanto stress emotivo, ma sono riuscito a chiudere la partita prima che la situazione peggiorasse" kata Lorenzo Musetti.

Ia juga menyuarakan keresahannya terkait gangguan dari oknum penonton yang sering mengganggu jalannya pertandingan. Menurutnya, pihak ATP perlu mengambil langkah tegas untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pemain di area tribun.

"Non è una cosa che succede solo in Italia ma in ogni parte del mondo. E' un problema che capita specialmente in alcuni match. Disturbano le partite, sicuramente, e bisogna che l'Atp faccia qualcosa. La sicurezza deve controllare dalle tribune, noi dal campo possiamo fare poco" pungas Lorenzo Musetti.

Sementara itu, Jannik Sinner tetap menjadi pusat perhatian meski tidak memiliki jadwal pertandingan pada hari tersebut. Sinner menghabiskan waktu dengan menyapa penggemar di area sponsor dan berbagi kenangan tentang awal karier profesionalnya di lapangan utama Roma.

"Ho capito di avere dei fan quando ho giocato per la prima volta qui a Roma, sul Centrale. Lì è iniziato tutto. E anche quando ho vinto un challenge a Bergamo. Perché un bambino dovrebbe iniziare a giocare a tennis? Perché lo sport fa bene, perché dà coordinazione e perché è un divertimento" kenang Jannik Sinner.

Petenis nomor satu dunia itu juga mengungkapkan sisi personalnya di luar lapangan, termasuk hobinya bermain gim video. Ia berharap publik mengenalnya bukan hanya sebagai atlet berprestasi, melaminkan juga sebagai sosok pribadi yang baik.

"come una brava persona. Il miglior compagno di gaming? Ho giocato con Donnarumma a 'Call of Duty' ed è proprio forte" kata Jannik Sinner.